Mengapa Kamu Beragama Islam?

Seminar Indonesia Tanpa JIL di halaman Perpustakaan UNMUL

Beberapa pekan yang lalu, tepatnya pada tanggal 16 November 2012, Kang Hafidz, atau yang bernama lengkap Hafidz Ari Nurhadi, penggagas gerakan Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Islam Liberal) ini datang ke Samarinda, Kalimantan Timur. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk memperingatkan umat Islam akan pemahaman sesat JIL. Acara seminar yang diadakan oleh PUSDIMA (Pusat Studi Islam Mahasiswa) Universitas Mulawarman) dalam rangka memeriahkan Gema Muharram ini diselenggarakan di halaman Perpustakaan Universitas Mulawarman dan dihadiri oleh peserta yang sangat banyak.

Dalam seminar ini, saya menemukan hal yang unik sekali yang saya tidak temukan di acara seminar atau ceramah lainnya yang biasa saya hadiri. Di awal seminar, Kang Hafidz membukanya dengan beberapa pertanyaan yang cukup membuat peserta bingung dan terjebak saat menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah:

1. Mengapa kamu beragama Islam?

2. Apakah kebenaran itu?

3. Semua agama mengajarkan kebenaran. Yang setuju angkat tangannya!

4. Semua agama mengajarkan kebaikan. Yang setuju angkat tangannya!

5. Hak atau perbuatan seseorang dibatasi oleh hak orang lain. Yang setuju angkat tangannya!

6. Iblis tidak mau menyembah Adam karena Iblis hanya mau menyembah Allah. Yang setuju angkat tangannya?

Sebenarnya pertanyaannya ada lebih dari enam, namun saya hanya mengingat yang demikian. Ketika pertanyaan pertama dilontarkan, ada bermacam-macam jawaban dari peserta. Ada yang menjawab, “Jawaban saya sederhana saja. Mengapa saya memeluk Islam, karena orang tua saya Islam.” Ada pula yang menjawab dengan berargumen pada ayat-ayat Al-Qur’an.

Kemudian pertanyaan kedua dilontarkan. Jawaban yang bermacam-macam juga muncul. Pada saat itu saya mengangkat tangan dan menjawab, “Kebenaran itu adalah apa-apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.”

Kemudian pernyataan ketiga dikeluarkan. Tidak ada peserta yang mengangkat tangan kecuali satu orang di depan saya. Saya tidak tahu apa alasan peserta berjaket itu menganggap bahwa semua agama benar.

Pernyataan keempat dilontarkan. Kali ini ada beberapa yang mengangkat tangannya.

Pernyataan kelima dilontarkan. Hampir seluruh peserta mengangkat tangannya termasuk saya.

Pernyataan keenam diajukan dan tak ada yang mengangkat tangan.

Setelah semua pertanyaan dan pernyataan diajukan, Kang Hafidz kemudian menjabarkan satu persatu jawaban atas semua pernyataan dan pertanyaan tersebut.

1. Mengapa kamu beragama Islam? Jika jawabanmu adalah karena mengikuti orang tua, maka jawablah pertanyaan berikut: Jika orang tuamu murtad, apakah kamu akan ikut murtad? Jika iya, maka berarti jawabanmu benar. Jika tidak, berarti jawabanmu tidak konsisten. Mengapa kita beragama Islam, jawabannya hanya satu: Karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan sempurna. Buktinya adalah pernyataan Allah dengan tegas di Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 19 yang artinya:

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

Dan Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna. Karena Islam mengatur hubungan beribadah kepada Allah, dan juga Islam mengatur hubungan mu’amalah. Islam tidak hanya mengatur bagaimana supaya pemeluknya bisa hidup bahagia di akhirat, tapi juga hidup bahagia di dunia. Itulah sempurnanya Islam. Oleh karenanya, jika ada lagi pertanyaan: Mengapa kamu beragama Islam. Jangan lagi dijawab dengan perkataan: Aku Islam karena orang tuaku Islam.

2. Apakah kebenaran itu? Kebenaran itu adalah apa-apa yang dibenarkan oleh Islam. Sebab hanya Islamlah agama yang benar.

3. Apakah semua agama mengajarkan kebenaran? Tidak! Agama yang hanya mengajarkan kebenaran itu adalah agama Islam. Menyembah Yesus bukanlah kebenaran, menyembah Budha juga bukan kebenaran.

4. Apakah semua agama mengajarkan kebaikan? Tidak! Hanya Islam yang mengajarkan kebaikan. Makan babi bukanlah kebaikan, tidak berkhitan bukan kebaikan, minum alkohol bukan kebaikan, riba bukan kebaikan, tidak menutup aurat dengan benar juga bukan kebaikan. Tetapi Islam mengajarkan kebaikan dari hal yang kecil hingga hal yang besar, dari bagaimana cara membersihkan badan hingga tuntunan berpolitik, semuanya diajarkan dalam Islam.

5. Apakah hak atau perbuatan manusia dibatasi oleh hak manusia lainnya? Tidak! Yang benar adalah hak atau perbuatan manusia dibatasi oleh hak Allah. Ketika kita membunuh seekor kucing, tidak ada hak manusia di dalamnya yang kita langgar. Tetapi kita melanggar hak Allah, dimana Allah menyuruh kita berbuat baik kepada semua makhluk termasuk binatang. Ketika ada teman kita yang meninggalkan sholat, boleh jadi dia beralasan kalau kita tidak berhak untuk menasehati mereka karena mereka punya hak untuk meninggalkan sholat, tapi itu melanggar hak Allah karena Allah mewajibkan sholat kepada setiap Muslim.

6. Benarkah Iblis tidak mau menyembah Adam karena Iblis bertauhid, alias hanya mau menyembah Allah? Tidak! Iblis tidak menyembah Adam karena sifatnya yang sombong, lebih-lebih ia tidak mau bertobat kepada Allah. Ia justru malah semakin jadi pembangkangannya. Ia meminta penangguhan kepada Allah hingga hari kiamat untuk menggoda manusia untuk membuktikkan bahwa bangsanyalah yang paling kuat daripada manusia.

Itulah ringkasan pembahasan yang dipaparkan oleh Kang Hafidz mengingat kaum JIL yang suka mengaburkan ajaran-ajaran Islam untuk menyesatkan generasi muda Islam dengan virus SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme). Parahnya lagi, virus SEPILIS ini sangat mudah menyerang anak-anak muda kaum Muslimin, karena faham ini mengajarkan Hedonisme (serba boleh). Tak heran jika perilaku seks bebas meningkat, tingkat aborsi semakin tinggi, tawuran remaja dimana-mana. Yang diakibatkan dari faham JIL ini hanyalah kerusakan generasi muda Indonesia. Tetapi walaupun begitu, anehnya mereka mengaku bahwa keberadaan mereka untuk meciptakan perdamaian dan meghapuskan terorisme atas nama agama. Ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 11-12 yang artinya:

“Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”

Oleh karenanya, jagalah diri Anda, keluarga, tetangga, dan sahabat-sahabat Anda dari virus mematikan ini. Penderita HIV/AIDS masih bisa dirawat dan dilakukan pengobatan, namun penderita SEPILIS dan virus kesesatan lain susah untuk diobati karena penderitanya tidak sadar bahwa mereka telah tersesat. Dan marilah kita berdoa bagi mereka yang telah tersesat oleh virus yang disebarkan oleh JIL agar terbuka akal pikiran dan hatinya dan diberikan oleh Allah hidayah sebagaimana Dia memberikan hidayah kepada Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu.

Satu suara melawan Jaringan Islam Liberal. Allahu akbar!

2 responses to this post.

  1. acara yg sangat seru, menarik dan bermanfaat

    Balas

  2. Posted by homramusa on 10 April 2013 at 10:05 am

    Alhamdulillah butir2 penangkal JIL yang mudah2an ampuh. Jazakallah khairan katsira Kang Hafidz!

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: