<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Islam Agama yang Benar</title>
	<atom:link href="http://hannasislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hannasislam.wordpress.com</link>
	<description>أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 06:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hannasislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/146b033835a55118f882eae97d0ad48e?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Islam Agama yang Benar</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hannasislam.wordpress.com/osd.xml" title="Islam Agama yang Benar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hannasislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Berjilbab?</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/18/mengapa-harus-berjilbab/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/18/mengapa-harus-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 02:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh&#8230; APA JILBAB ITU? Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya. Maka, sesuatu pakaian dapat disebut hijab apabila menutupi kepala, leher, hingga dada. Tidak disebut hijab jika hanya menutupi kepala saja, atau leher saja, atau hanya menutup dada saja. Dalilnya adalah: “&#8230;Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=204&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh&#8230;</p>
<p><strong>APA JILBAB ITU?</strong><span id="more-204"></span></p>
<p>Jilbab atau hijab secara syari’at merupakan bagian pakaian yang wajib digunakan untuk menutupi kepala wanita hingga ke dadanya. Maka, sesuatu pakaian dapat disebut hijab apabila menutupi kepala, leher, hingga dada. Tidak disebut hijab jika hanya menutupi kepala saja, atau leher saja, atau hanya menutup dada saja.</p>
<p><a href="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/akhwat2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-205" title="akhwat2" src="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/akhwat2.jpg?w=570" alt="Pakaian hijab syar'i"   /></a></p>
<p>Dalilnya adalah:</p>
<p>“&#8230;Dan hendaklah mereka menutupkan kain <span style="text-decoration:underline;">kudung ke dadanya</span>&#8230;” [QS. An-Nuur 24:31]</p>
<p>Allah tidak memerintahkan kepada para wanita: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung di kepalanya”, atau: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain di dadanya”, tetapi Dia berfirman: “Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya.” Artinya ialah bahwa Allah menghendaki agar para wanita menutup kain dari kepalanya hingga ke dadanya.</p>
<p>Dari ayat ini maka para wanita Muslimah perlu memperhatikan apa yang ia pakai. Apakah benar-benar hijab yang sesuai hukum Allah, ataukah hanya kain yang dihias-hias oleh tukang salon. Ingat, hijab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru hijab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah. Itulah salah satu tujuan syari’at.</p>
<p>Dalilnya ialah:</p>
<p>“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka <span style="text-decoration:underline;">mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka</span>.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka <span style="text-decoration:underline;">tidak diganggu</span>. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).</p>
<p>Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadis yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat, yaitu Surat Annur ayat 31:</p>
<p>(dan hendaklah mereka menutupkan khumur- jilbab- nya ke dada mereka…). Riwayat lain menerangkan: “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Hakim).</p>
<p>Imam Bukhari juga meriwayatkan hal senada:</p>
<p>“Bahwasannya ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Berkata: “Ketika turun ayat (dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka…) maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari).</p>
<p>Dari kedua hadits di atas terdapat empat poin:</p>
<table width="562" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="28">1.</td>
<td valign="top" width="501">Para wanita Arab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam belum memakai hijab sehingga ketika turunnya ayat tersebut, mereka langsung mengambil kain sarung dan menggunakannya sebagai hijab. Hadits ini sekaligus menjawab perkataan orang-orang Jahil bahwa jilbab hanya tradisi orang Arab.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">2.</td>
<td valign="top" width="501">Seandainya para wanita Arab sudah memakai penutup kepala, maka bisa dipastikan bahwa yang mereka pakai hanyalah kain yang menutup kepala, bukan hijab yang sesuai syar’i.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">3.</td>
<td valign="top" width="501">Terdapat semangat di dalam diri para wanita pada zaman itu untuk tunduk dan patuh kepada apa yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya. Terbukti dengan mereka langsung membuat hijab dari potongan kain sarung. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Ingat, Allah tidak melihat keindahan jilbabmu, tapi Dia melihat bagaimana kamu dengan jilbabmu yang lebar itu bisa menepis fitnah untuk lelaki dan bagaimana kamu mejalankan syari’at.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">4.</td>
<td valign="top" width="501">Di antara para wanita di zaman Rasulullah tersebut tentu ada yang baru masuk Islam atau ahli maksiat. Namun, setelah turunnya ayat kewajiban hijab, maka mereka langsung melakukannya. Tak ada wanita yang beralasan seperti wanita di zaman sekarang yang menolak hijab dengan alasan: “Aku belum siap”, atau “Jilbab hanya untuk wanita sholehah”.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>AKU BELUM SIAP</strong></p>
<p>Di antara alasan-alasan umum yang dikemukakan wanita Muslimah yang belum berjilbab ialah: “Aku belum siap”. Jika kita cermati, alasan ini kurang bisa diterima dari segi akal maupun dalil dengan sebab sebagai berikut:</p>
<table width="561" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="28">1.</td>
<td valign="top" width="501">Ini bisa kita analogikan sebagai berikut: Ketika kita mengajak seseorang untuk sholat wajib lima waktu, kemudian orang itu menolak dengan alasan: “Aku belum mau sholat lima waktu karena belum siap.” Padahal kewajiban memakai jilbab lebih mudah daripada sholat, yang kamu butuhkan hanya jilbab yang cukup hingga menutup dada, rok panjang dan lebar, dan baju yang agak panjang dan tidak ketat. Kalau mau yang lebih efektif bisa memakai pakaian sejenis daster dimana baju dan roknya menyatu. Memakai jilbab tidak seperti orang naik haji, atau membayar zakat, atau menyembelih kambing yang dibutuhkan kemampuan, sehingga alasan: “Aku belum siap” bukanlah udzur dan tidak ada keringanan.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">2.</td>
<td valign="top" width="501">Kita tanyakan kepada wanita yang beralasan “Aku belum siap”: “Kapankah kamu siap? Bisa jadi kamu mati dalam keadaan belum siap berjilbab.” Terkadang di antara mereka ada yang meyakini kalau mereka siap berjilbab kalau sudah menikah. Apakah mereka yakin mereka akan hidup di saat itu?</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">3.</td>
<td valign="top" width="501">Dari segi dalil maupun ijma’, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an, hadits, pendapat ulama dimana wanita yang berjilbab harus menyiapkan sesuatu khusus terlebih dahulu. Bahkan dari hadits yang telah kita bahas di atas, para wanita Arab di zaman Rasulullah yang tentunya di antara mereka ada yang baru saja masuk Islam langsung membuat hijab ketika turunnya ayat yang mewajibkan hijab. Tidak ada di antara mereka yang beralasan: “Ya Rasulullah, bolehkah aku tidak memakai jilbab karena aku belum siap?” Dalil ini juga langsung membantah pernyataan bahwa wanita yang pantas berjilbab hanyalah wanita sholehah atau yang ilmu agamanya luas. Semua wanita Muslimah yang sudah akil baligh WAJIB berjilbab.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>KEBATILAN ANGGA</strong><strong>PAN JILBAB HATI</strong></p>
<p>Sebagian orang yang mengikuti hawa nafsu berkata bahwa jilbab tidaklah penting yang terpenting adalah jilbab hati. Maka, tanyakanlah lagi kepada orang tersebut: “Bagaimana jilbab hati yang benar itu?” Pernyataan seperti ini sangat dekat dengan bid’ah-bid’ah<a title="" href="#_ftn1">[1]</a>  yang dibuat oleh orang-orang Nasrani yang tidak bersunat, ketika mereka ditanya: “Yesus dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya, mengapa banyak di antara kalian yang tidak khitan? Mereka menjawab: ‘Yang penting bagi kami adalah SUNAT HATI!’”</p>
<p>Maka bertakwalah sekelompok orang yang menyelisihi sunah Rasulullah dan syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam agama yang mulia ini.</p>
<p>Kemudian ada pula yang mengatakan: “Untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat? Lebih baik tidak berjilbab tapi kelakuannya baik.”</p>
<p>Maka, kita katakan kepada orang seperti ini: “Berjilbab saja kelakuannya bejat, apalagi tidak berjilbab? Seandainya ada wanita tidak berjilbab berpengarai baik, tentu lebih baik lagi apabila ia berjilbab.”</p>
<p>Belum satu pun saya temui ayat Al-Qur’an, hadits, atau pendapat ulama yang berkata tentang adanya “Jilbab hati”. Bisa jadi ini adalah perkara baru yang diada-adakan.</p>
<p><strong>BOLEHKAH AKU MEMAKAI JILBAB DAN MELEPASNYA SEKALI-KALI?</strong></p>
<p>Terkadang ada saja pertanyaan terlontar dari para Jilbabers, para wanita yang masih belajar memakai jilbab, atau yang berencana memakai jilbab:</p>
<p>“Bolehkah aku memakai jilbab dan melepasnya sekali-kali?”</p>
<p>Jawaban: <strong>BOLEH</strong></p>
<p>Hal ini disebabkan tidak mungkinnya para wanita Muslimah memakai jilbab terus menerus. Ada saat dimana ia melepas jilbabnya. Yaitu di saat mandi, tidur di dalam kamarnya, di saat berdua dengan suami, atau saat berkumpul hanya dengan keluarganya di dalam rumah selama ia yakin tak ada orang non-mahrom yang melihatnya tanpa jilbab. Sebab Allah Azza wa Jalla berfirman:</p>
<p>“&#8230;dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS. An-Nuur 24:31]</p>
<p>Maksud dari ayat ini ialah seorang wanita boleh saja membuka jilbabnya di hadapan suami, ayah, mertua, anak, saudara, keponakan, teman-temannya sesama Muslimah, pembantu / budak yang tidak punya syahwat karena lanjut usia atau karena dikebiri<a title="" href="#_ftn2">[2]</a>, atau bocah di bawah umur yang belum mengerti apapun tentang aurat (untuk bocah di zaman sekarang dan akibat dari negeri berpaham sekuler<a title="" href="#_ftn3">[3]</a> kira-kira di bawah tujuh tahun).</p>
<p><strong>SIAPAKAH YANG PERTAMA KALI TERBUKA AURATNYA?</strong></p>
<p>Nenek moyang kita, Adam ‘alayhis salam dan isterinya adalah manusia pertama yang terbuka auratnya setelah keduanya diperdaya oleh syaitan:</p>
<p>&#8220;Hai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari syorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.&#8221; (Q. S. Al-A&#8217;raf: 27)</p>
<p>Allah memperingatkan kita agar jangan melakukan kesalahan yang sama, salah satunya yaitu memamerkan aurat di depan orang-orang yang seharusnya tidak pantas melihat aurat kita. Sebab yang demikian merupakan salah satu tipu daya setan.</p>
<p>Setan telah berhasil membujuk kaum hawa untuk tidak menutup auratnya sesuai syari’at dengan membisikkan kata-kata yang manis: “Jangan berjilbab, karena engkau belum siap. Kamu masih suka bermaksiat, janganlah berjilbab. Pengetahuan Islammu masih awam, tak perlu berjilbab. Berjilbabnya nanti saja ketika sudah menikah, kalau sekarang kamu berjilbab tak ada laki-laki yang mau dekat sama kamu. Yang penting jilbab hati dulu.” Begitulah pekerjaan setan, sama seperti ketika mereka membujuk nenek moyang kita untuk memakan buah terlarang.</p>
<p>Demikianlah artikel tentang jilbab ini dibuat. Adapun jika kurang jelas, kurang lengkap, atau terdapat kesalahan padanya semata-mata karena keterbatasan ilmu dan kelupaan penulis. Namun, semoga artikel ini dapat membantu memberikan pencerahan dan motivasi kepada saudari-saudari saya.</p>
<p>Yang belum berjilbab, hendaklah berjilbab. Yang sudah berjilbab, hendaklah memperbaiki jilbabnya. Yang telah berjilbab dengan baik, bantulah yang belum berjilbab.</p>
<p>“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)</p>
<p>Dalam riwayat lain:<br />
“Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’ no. 7368)</p>
<p>Teruslah berbuat baik, walau orang-orang di sekelilingmu berbuat maksiat. Jadilah dirimu sendiri. Sebab orang jahat menilaimu dari pikiran jahatnya dan mereka pasti suka engkau berbuat jahat, sedangkan orang baik menilaimu dari pikiran baiknya dan mereka pasti suka engkau berbuat baik.</p>
<p>Wabillahi taufiq wal hidayah&#8230;</p>
<p>Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita, dan memudahkan kita untuk selalu berbuat baik kapanpun dan dimanapun kita berada.</p>
<p><em>&#8220;Dialah (Allah) yang tela</em><em>h menamakan kamu sekalian Muslimin dari dulu dan didalam (Al-Qur&#8217;an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.&#8221;</em> (Q. S. Al Hajj:78)</p>
<p>Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh&#8230;</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a>     Bid’ah = ajaran baru yang tidak berasal dari Allah dan rasul-Nya. Ingat hadits: “&#8230;Tiap-tiap    yang diada-adakan adalah bid&#8217;ah, dan tiap bid&#8217;ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke       neraka.” (HR. Muslim)</p>
</div>
<div>
<p align="left"><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a>     Sebutan populer: Kasem, yaitu budak istana yang dikebiri atau dipotong alat kelaminnya, tetapi           sudah tidak ada di zaman sekarang, bahkan ada kasus kakek-kakek yang memperkosa                 anak       gadis.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a>     Sekuler atau sekulerisme ialah paham yang memisahkan agama dari sendi-sendi kehidupan. Termasuk anggapan bahwa agama merupakan urusan masing-masing individu, dan juga                anggapan bahwa agama hanya dibutuhkan di dalam masjid. Sebab dari menyebarnya paham ini   di negeri kita, banyak lembaga-lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan paham keislaman   yang benar terhadap para siswanya. Sehingga pernah ada kasus pembagian kondom gratis                 kepada siswa usia sekolah dasar untuk memperingati hari AIDS sedunia.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=204&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/18/mengapa-harus-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/akhwat2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">akhwat2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2012, Siapa Takut ?!</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/2012-siapa-takut/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/2012-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 02:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>
		<category><![CDATA[alayhi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[hamba allah]]></category>
		<category><![CDATA[hidangan]]></category>
		<category><![CDATA[kembang api]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Seperti biasanya, mengawali hari pertama di tahun baru selalu dirayakan dengan perayaan besar-besaran di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Orang-orang yang sebelumnya takut akan peristiwa kiamat yang mereka pikir akan terjadi di tahun 2012 seakan sirna dengan hidangan jagung bakar di hadapan mereka. Tak sedikit yang melakukan “hang-out” di tempat-tempat meriah, seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=199&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top">&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>Seperti biasanya, mengawali hari pertama di tahun baru selalu dirayakan dengan perayaan besar-besaran di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Orang-orang yang sebelumnya takut akan peristiwa kiamat yang mereka pikir akan terjadi di tahun 2012 seakan sirna dengan hidangan jagung bakar di hadapan mereka. Tak sedikit yang melakukan “hang-out” di tempat-tempat meriah, seperti pertunjukkan kembang api, pawai, dan sebagainya. Dari anak-anak, remaja, orang tua, semuanya menikmati apa yang mereka lakukan.<span id="more-199"></span></p>
<p>Kit<a href="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/ramalan-2012.jpg"><img class="wp-image-200 alignleft" title="Ramalan-2012" src="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/ramalan-2012.jpg?w=300&#038;h=258" alt="" width="300" height="258" /></a>a memang tak perlu percaya bahwa kiamat terjadi di tahun 2012, tapi apa salahnya kalau kita mempercayai bahwa kiamat bisa terjadi kapan saja? Bisa jadi saat Anda sedang membaca artikel ini, sebuah meteor besar sedang menuju bumi dan akan menghantam tepat dimana Anda sedang berpijak saat ini. Tetapi penulis tidak terlalu tertarik untuk membahas kiamat terlalu jauh. Biarlah itu urusan Yang Menguasainya. Penulis hanya ingin membahas bagaimana seorang Muslim menyambut tahun baru ini, dan juga agar seorang Muslim memiliki keberanian dalam menghadapi tahun mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bolehlah kita membuat makanan spesial untuk keluarga di rumah atau sahabat untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah sesama Muslim. Hal seperti ini hukumnya sangat dianjurkan dan wajib, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari.” (Shahih Muslim No.4641)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun perbuatan seperti ini tidak sepantasnya jika kita khususkan hanya untuk merayakan tahun baru, tetapi juga sesering yang kita mampu. Tak pantas juga bagi seorang Muslim merayakan tahun baru secara berlebihan. Yang patut kita lakukan adalah membuat rencana agenda yang akan kita kerjakan esok hari. dan mengevaluasi diri. Apakah akan sama seperti kemarin atau ada sesuatu yang harus diubah dari dalam diri. Saatnya bagi kita untuk mempelajari kekurangan-kekurangan kita terdahulu untuk diperbaiki di hari mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan takut untuk melakukan perbaikan, sebab Allah selalu menerima taubat hamba-hamba-Nya sebelum nyawa di tenggorokan!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima? Pendeta itu menjawab: “Tidak!” Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan. Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadanya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima? Orang alim itu menjawab: “Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan!” Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: “Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah.” Malaikat azab berkata: “Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun.” Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: “Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya.” Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat. (Shahih Muslim No.4967)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=199&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/2012-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hannasislam.files.wordpress.com/2012/01/ramalan-2012.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ramalan-2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ringkasan Tata Cara Mandi Wajib / Janabat</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/ringkasan-tata-cara-mandi-wajib-janabat/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/ringkasan-tata-cara-mandi-wajib-janabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 02:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[“dan jika kamu junub maka mandilah” [QS. Al-Maaidah 5:6] Pertama-tama, tetapkanlah niat dalam hati bahwa sobat ingin mandi janabat, sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya&#8230;’ [HR. Bukhari &#38; Muslim] Dalam prakteknya, niat cukup ditetapkan dalam hati dan tak ada bacaan khusus yang perlu diucapkan. Begitu pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=195&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“dan jika kamu junub maka mandilah” [QS. Al-Maaidah 5:6]<span id="more-195"></span></p>
<p>Pertama-tama, tetapkanlah niat dalam hati bahwa sobat ingin mandi janabat, sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:</p>
<p><em>’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya</em><em>&#8230;’</em><em> [HR. Bukhari &amp; Muslim]</em></p>
<p>Dalam prakteknya, niat cukup ditetapkan dalam hati dan tak ada bacaan khusus yang perlu diucapkan. Begitu pun dengan ibadah lainnya.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Jangan lupa untuk membaca doa sebelum memasuki kamar mandi. Ada beberapa doa yang diriwayatkan. Seperti:</p>
<p><em>Bismillaah. Allahumma innii a’uu dzubika minal khubutsi wal khobaa its.</em></p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Faedah dari berdoa sebelum masuk kamar mandi ialah meneladani Rasulullah, membuahkan pahala, dan menjaga diri dari setan, seperti yang disabdakan Rasulullah, dari Ali Bin Abi Thalib:</p>
<p><em>“Penutup yang menutupi pandangan jin dari aurat Bani Adam saat salah seorang dari kalian masuk WC ialah ucapannya, ‘bismillah’.” </em>[HR. Tirmidzi (606), Ibnu Majah (297), dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghaliil (50)]</p>
<p><em> </em></p>
<p>Dan jangan pula lupakan etika memasuki kamar mandi, yaitu dimulai dengan kaki kiri.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>URUTAN MANDI JANABAT</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>Berikut ini urutan mandi janabat, atau mandi junub setelah kita tetapkan niat dalam hati:</p>
<p><em> </em></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="28"><em>1.</em></td>
<td valign="top" width="501">cuci kedua tangan sampai pergelangan,<em></em></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">2.</td>
<td valign="top" width="501">tuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri,</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">3.</td>
<td valign="top" width="501">cucilah faraj (kemaluan) dengan tangan kiri sampai bersih,<em></em></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">4.</td>
<td valign="top" width="501">setelah itu berwudhu (seperti berwudhu akan sholat), namun tidak dilanjutkan mencuci kedua kaki, karena mencuci kedua kaki dilakukan saat bagian akhir mandi,<em></em></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">5.</td>
<td valign="top" width="501">kemudian basahi tangan, kemudian masukkan jari-jari tangan ke pangkal rambut serta membasahi rambut sampai merata,</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">6.</td>
<td valign="top" width="501">setelah itu guyurkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali guyuran, kemudian ratakanlah air ke seluruh tubuh,<em></em></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">7.</td>
<td valign="top" width="501">mencuci kedua kaki tiga kali.<em></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em> </em></p>
<p>Tata cara mandi di atas berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam Bukhari dan Muslim. Adapun tata cara mandi janabat lain seperti yang diriwayatkan oleh Maimunah radhiyallahu ‘anha, hanya berbeda pada beberapa bagian, misalnya seperti mengguyur bagian tubuh sebelah kanan terlebih dahulu tiga kali dan kemudian sebelah kiri tiga kali. Dan kita boleh memilih di antara yang dicontohkan.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Setelah itu kita keluar dari kamar mandi, didahului kaki kanan, setelah itu membaca:<em></em></p>
<p><em>Ghufroo nak(a)</em><em></em></p>
<p><em>“Ampunan-Mu”</em></p>
<p>Artinya: Aku memohon ampunanmu.”</p>
<p><em> </em></p>
<p>Doa ini terdapat dalam HR. Abu Dawud (30), Tirmidzi (7), Ibnu Majah (300), dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>NB: Boleh menggunakan sabun atau wewangian dan sejenisnya di tengah guyuran mandi janabat.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=195&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2012/01/16/ringkasan-tata-cara-mandi-wajib-janabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana Keadilan Tuhan</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/12/07/dimana-keadilan-tuhan/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/12/07/dimana-keadilan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 12:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang teman bertanya kepada saya, “Jika Allah itu Mahaadil, kenapa hanya manusia yang diberi akal? Kenapa makhuk lain, seperti tumbuhan tidak diberi akal?” Jawabannya adalah: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=189&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang teman bertanya kepada saya, “Jika Allah itu Mahaadil, kenapa hanya manusia yang diberi akal? Kenapa makhuk lain, seperti tumbuhan tidak diberi akal?”</p>
<p>Jawabannya adalah:<span id="more-189"></span></p>
<p style="text-align:center;"><em>Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi&#8221;. Mereka berkata: &#8220;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: &#8220;Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;">[QS. Al-Baqarah 2:30-31]</p>
<p>Jawabannya tentu saja karena manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Apakah Allah hendak menjadikan manusia khalifah namun tak diberi akal? Tentu saja manusia akan bergabung bersama monyet-monyet di hutan. Atau bisa jadi jabatan kekhalifahan dipegang oleh seekor sapi. Ini tidak mungkin terjadi</p>
<p>Dan apa pula yang terjadi jika tumbuh-tumbuhan diberi akal oleh Allah seperti yang teman saya harapkan? Mungkin juga tumbuh-tumbuhan bisa berbicara dan bertingkah seperti manusia. Bisa Anda bayangkan ketika Anda memasuki area hutan atau kebun, layaknya Anda memasuki area pasar dimana tanam-tanaman dan pepohonan saling berbicara satu sama lain dan berjual-beli. Atau jangan-jangan Anda memasuki pasar manusia dimana tanam-tanaman memperdagangkan manusia layaknya manusia memperdagangkan sayuran? Yang lebih mencengangkan lagi jika Anda memasuki area hutan yang sudah jadi medan perang karena sejumlah pasukan bangsa pohon berperang dengan bangsa pohon lainnya karena memperebutkan area kekuasaannya.</p>
<p>Inikah yang kita harapkan dari keadilan Allah?</p>
<p>TIDAK!</p>
<p>Makna adil yang sebenarnya ialah “menempatkan sesuatu sesuai ukurannya”.</p>
<p>Sangat mudah menganalogikan sifat adil seperti ini:</p>
<p>Ada seorang ayah memiliki dua orang anak. Yang satu berusia tujuh tahun bersekolah di sekolah dasar, dan yang satu lagi berusia sembilan belas tahun kuliah di universitas di luar kota. Jika sang ayah memberi uang sangu kepada anaknya yang berusia tujuh tahun sebesar Rp 5000 / hari, apakah sang ayah juga akan memberikan uang sangu sebesar Rp 5000 / hari kepada anaknya yang kuliah di luar kota? Atau, apabila sang ayah memberikan uang sangu sebesar satu juta per bulan kepada anaknya yang kuliah di luar kota, apakah sang ayah juga akan memberikan uang sangu sebesar satu juta per bulan kepada anaknya yang sekolah di sekolah dasar?</p>
<p>Apakah hal ini adil yang masuk akal?</p>
<p>Tidak! Bahkan ini tidak pantas disebut adil. Sebagian orang akan menganggap aneh ayah model seperti itu.</p>
<p>Maka, kita kembalikan makna adil kepada arti yang sebenarnya, yaitu menempatkan sesuatu sesuai ukurannya.</p>
<p>Fikirkanlah juga, bagaimana Allah memberikan kelebihan pada seekor lalat hingga binatang ini dijadikan perumpamaan di Al-Qur’an:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.</em> [QS. Al-Hajj 22:73]</p>
<p>Allah menantang orang-orang yang menganggap hebat apa yang mereka puja itu untuk menciptakan seekor lalat. Kemudian apabila ada seekor lalat yang merampas sesuatu dari mereka, mereka tak akan dapat merebutnya kembali. Simplenya, jika ada seekor lalat datang ke gelas minuman Anda, kemudian dia menyedot sedikit air minuman Anda, bisakah Anda meminta air minum Anda kembali?</p>
<p>Sehebat-hebatnya manusia, Allah masih memberikan kehebatan kepada makhluk lain. Disini pulalah keadilan Allah subhanahu wa ta’ala. Setiap yang diberi kekurangan, diberi pula kelebihan. Setiap yang diberi kelebihan, diberi pula kekurangan.</p>
<p>Lalu, kita analogikan lagi sifat Mahaadil Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menentukan siang dan malam. Seandainya matahari datang mengadu kepada Allah: “Ya Allah, mengapa Engkau tidak mengizinkanku melihat malam hari di bumi?” Kemudian datang bulan mengadu lagi kepada Allah: “Ya Allah, mengapa Engkau tidak mengizinkanku untuk melihat siang hari di bumi?” Masing-masing dari keduanya menuntut “keadilan” berdasarkan versi mereka. Dan jika Allah mengabulkan “keadilan” berdasarkan versi bulan dan matahari dalam analogi di atas, apa yang terjadi?</p>
<p style="text-align:center;"><em>Katakanlah: &#8220;Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katakanlah: &#8220;Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.</em></p>
<p style="text-align:center;">[QS. Al-Qashash 28:73]</p>
<p>Lalu, apalagi yang membuat Allah memberikan manusia akal?</p>
<p style="text-align:center;"><em>Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.</em></p>
<p style="text-align:center;">[QS. Ali Imran 3:190-191]</p>
<p>Tentu saja yaitu untuk merenungkan kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala menggunakan akal mereka. Bagaimana dengan makhluk lain? Apakah karena mereka tidak memiliki akal lalu mereka tidak mengetahui kebesaran Allah?</p>
<p style="text-align:center;"><em>Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.</em> [QS. Al-Israa’ 17:44]</p>
<p>Tumbuhan, binatang, semuanya telah diilhamkan oleh Allah untuk selalu bertasbih kepada-Nya. Tidak seperti manusia telah diberi akal, namun ada sebagian yang menyimpang alias menjadi kafir dengan mengingkari-Nya.</p>
<p>Jadi, adil atau tidak adil itu tergantung dari sudut pandang kita dalam melihat sesuatu. Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.</em> [QS. Al-Baqarah 2:216]</p>
<p>Allah mengajarkan kepada kita agar tidak melihat sesuatu dari satu sudut pandang saja, tapi dilihat dari beberapa sudut pandang, baik itu yang bernilai positif, maupun yang bernilai negatif, sehingga mencegah kita untuk menghakimi terlalu dini. Apalagi yang kita hakimi tertuju pada sifat Allah itu sendiri.</p>
<p>Maka, bertakwalah sebagian orang yang suka menggerutu dan mencela Allah karena menyifatkan Dia tidak adil. Jika anggapan mereka begitu, katakanlah pada mereka: “Tinggalkanlah bumi Allah, dan carilah bumi lain yang bukan Allah penciptanya untuk tempat kamu tinggal, sehingga engkau bisa menemukan keadilan berdasarkan versimu.” Niscaya mereka tak akan menemukannya, seandainya memang ada bumi yang bukan Allah penciptanya, pastilah bentuk dan isi di dalamnya sangat berantakan acakadut karena tak ada sistem pengaturan dari Yang Mahaadil. Bisa jadi di dalamnya pohon menebang manusia, domba memakan singa, dan anak balita menyusui orang tuanya, dan kekacauan lainnya yang tak bisa dibayangkan.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?</em> [QS. Ar-Rahmaan 55:13]</p>
<p>Wallahu a’lam bishowab&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=189&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/12/07/dimana-keadilan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah Anda Terdaftar Sebagai Seorang Muslim?</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/11/09/sudahkah-anda-terdaftar-sebagai-seorang-muslim/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/11/09/sudahkah-anda-terdaftar-sebagai-seorang-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 02:03:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Script]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu perlombaan maraton yang terdiri dari beberapa puluh orang, dimana mereka menempuh jarak 5 km. Setelah beberapa jam perlombaan berlangsung menegangkan, dan akhirnya seorang peserta yang bertubuh tinggi dan kuat berhasil memutus tali finish. Sedangkan sisa peserta lain masih tertinggal jauh di belakangnya. Tetapi, dia tidak mendapat hadiah apapun. Setelah diselidiki, ternyata pelari yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=185&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu perlombaan maraton yang terdiri dari beberapa puluh orang, dimana mereka menempuh jarak 5 km. Setelah beberapa jam perlombaan berlangsung menegangkan, dan akhirnya seorang peserta yang bertubuh tinggi dan kuat berhasil memutus tali finish. Sedangkan sisa peserta lain masih tertinggal jauh di belakangnya. Tetapi, dia tidak mendapat hadiah apapun. Setelah diselidiki, ternyata pelari yang dapat mencapai finish terlebih dahulu tidak terdaftar sebagai peserta lomba. Karena tidak terdaftar sebagai peserta, ia pun di diskualifikasi tanpa mendapat apapun. Sementara peserta yang berada di urutan kedua darinya ditetapkan sebagai pemenang, dan peserta lainnya yang tidak memenangkan lomba mendapatkan sertifikat, suvenir, dan makanan gratis.<span id="more-185"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah di atas adalah suatu perumpaan bagi amal-amal manusia. Sebanyak apapun manusia itu beramal, jika tidak diridhoi oleh Allah, amal-amalnya yang seluas langit itu akan hilang seketika seperti rumput kering yang terbakar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sering kita melihat orang-orang dari pemeluk agama lain yang bersedekah lebih banyak daripada orang Islam, lebih sering pergi ke tempat ibadahnya daripada orang Islam pergi ke masjidnya, dan juga lebih santun akhlaknya. Namun, apakah amal mereka itu akan diterima dan diperhitungkan Allah? Tidak, selama mereka tidak mendaftarkan diri mereka sebagai seorang Muslim, layaknya seorang pelari yang tidak terdaftar sebagai peserta lomba, tidak akan mendapat apa-apa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> “&#8230; Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [QS. Al-An’aam 6:88]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.” [QS. Ali Imran 3:22]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” [QS. Ali Imran 3:91]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [QS. Ali Imran 3:117]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka hal pertama agar amal yang kita lakukan selama hidup di dunia ini tidak terbakar habis dengan kesia-siaan layaknya daun kering yang terbakar ialah dengan menjadi seorang Muslim</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran 3:85)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [QS. Ali Imran 3:102]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em></em><a href="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/11/91157534167l.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-186" title="Islam Satu-satunya Kebenaran" src="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/11/91157534167l.jpg?w=570" alt=""   /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu, bagaimana cara mendaftarkan diri sebagai seorang Muslim?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pada suatu hari kami (Umar Radhiyallahu ‘anhu dan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum) duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, seraya berkata, &#8220;Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.&#8221; Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, &#8220;Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.&#8221;&#8230;” [HR. Muslim]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sufyan bin Abdullah berkata,&#8221;Ya Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain.&#8221; Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, &#8220;Ikrarkanlah (katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah).&#8221;” (HR. Muslim)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pokok segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya adalah shalat, dan puncaknya (atapnya) adalah berjihad.” (HR. Tirmidzi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata <em>“Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.””</em>(HR.Bukhori dan Muslim)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan meregistrasikan dirimu sebagai seorang Muslim dengan cara-cara sesuai hadits di atas, jika kamu tidak mendapat hadiah utama, setidaknya kamu mendapatkan suvenir dan tercatat di sertifikatmu sebagai calon penghuni surga. J</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu a’lam bishowab&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=185&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/11/09/sudahkah-anda-terdaftar-sebagai-seorang-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/11/91157534167l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Islam Satu-satunya Kebenaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Salah Pilih Idola!</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/31/jangan-salah-pilih-idola/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/31/jangan-salah-pilih-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 12:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak punya idola? Saya yakin, teman-teman pasti memiliki idolanya masing-masing. Idola itu apa sih? Dalam bahasa Inggris “idola” disebut “idol” yang artinya menurut kamus Oxford ialah: a person or thing that is loved and admired very much, dan bisa juga diartikan: a statue that is worshipped as a god. Terdapat hubungan di antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=180&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak punya idola? Saya yakin, teman-teman pasti memiliki idolanya masing-masing. Idola itu apa sih? <span id="more-180"></span>Dalam bahasa Inggris “idola” disebut “idol” yang artinya menurut kamus Oxford ialah: <em>a person or thing that is <strong>loved</strong> and <strong>admired very much</strong></em>, dan bisa juga diartikan: <em>a statue that is worshipped as a <strong>god</strong></em>. Terdapat hubungan di antara kedua arti tersebut. Yang pertama diartikan sebagai sesuatu atau seseorang yang sangat dicintai, dan yang kedua diartikan sebagai patung yang dituhankan. Namun, kedua-duanya dalam bahasa Arab bisa disebut sebagai “ilah” artinya ialah sesuatu yang sangat dicintai, dipuja, dan dituhankan. Oleh karena itulah terdapat pemahaman dari syahadat tauhid yang bermakna: Tiada ilah selain Allah, maksudnya ialah tidak ada sesembahan yang patut disembah selain Allah.</p>
<p>Namun, fenomena yang terjadi belakangan ini, generasi muda Muslim mulai teracuni pikirannya dengan figure-figure populer. Ini juga hasil Ghazwul Fikr, yaitu perang pemikiran dimana musuh-musuh Islam melancarkan metode ini. Jika sobat disodorkan sebuah patung besar, kemudian sobat disuruh untuk menyembah patung itu, saya yakin tak ada yang mau menyembah patung itu. Namun, tanpa kita sadari, ternyata selama ini, kita disodorkan sebuah “patung hidup” yang kita puja melebihi pemujaan kita terhadap Allah. Misalkan saja, waktu adzan tiba, tapi kita masih berada di depan TV melihat acara kesayangan kita, atau melihat artis favorit kita yang sedang tampil. Bukankah ini berarti kita mendahulukan idola palsu daripada Allah? Atau waktu adzan telah tiba, namun kita lebih memilih mendengarkan musik di headset kita daripada mendengarkan adzan. Hal ini banyak terjadi di kalangan remaja Muslim.</p>
<p>Banyak remaja Muslim tidak mengetahui apa alasan mereka menyukai seseorang, bukan karena akhlaknya, kalau mereka sudah mencintai sesuatu berlebihan, maka yang buruk pun bisa terlihat bagus. Allah Ta’ala berfirman, (artinya):</p>
<p>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Israa’ 17:36)</p>
<p>Tidak hanya dalam bentuk manusia dan patung, idola juga bisa berbentuk lagu, musik, dan sejenisnya. Musik pada saat ini ibarat mantra yang mampu menghipnotis umat manusia agar tertidur lelap dari realita dan masalah yang mereka hadapi. Kita bisa lihat, ada berapa juta manusia yang mengunjungi konser musik dengan meriah dan histeris? Namun, hanya ada berapa puluh manusia yang mendatangi tempat pengajian dan ta’lim dan mendengarkan dengan khusyuk?</p>
<p>Idola memang dapat menciptakan “agama” baru bagi manusia. Ada berapa banyak orang yang mati konyol dikarenakan  terinjak-injak saat melihat konser? Ada berapa banyak orang-orang bodoh dengan fanatismenya membela club sepakbola kecintaannya hingga harus tawuran dengan supporter sepakbola lain? Kecintaan manusia terhadap idola-idola semacam itu memang bisa menyatukan umat manusia mulai dari orang kafir, Muslim, musyrik, ahlul bid’ah. Namun juga bisa memecah belah persatuan umat Islam. Kita lihat para supporter sepakbola yang fanatik mengidolakan clubnya, ada berapa umat Islam, kafir, dan ahlul bid’ah yang tergabung bersatu padu di dalamnya dan saling merangkul? Kemudian mereka bersatu untuk menghancurkan umat Islam yang lain? Inikah gambaran umat Islam sekarang? Hanya karena mengidolakan sesuatu yang tidak jelas dan tidak bermanfaat, umat Islam bersatu dengan orang kafir dan ahlul bid’ah yang penting sama-sama satu supporter berkelahi dan berperang bersama umat Islam yang lain? Padahal Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kaum Muslimin agar kasih sayang terhadap sesamanya dan keras terhadap orang kafir. Hal ini sama keadaannya berjuang membela berhalanya masing-masing seperti yang dilakukan orang-orang Jahiliyah paganisme zaman dulu dimana mereka bertempur satu sama lain demi patung sesembahan mereka.</p>
<p>Mari kita renungkan ini. Apa manfaat yang selama ini kita dapat dari idola kita? Apakah Justin Bieber bisa memberimu makan ketika kamu lapar? Apakah SMASH bisa memberimu minum ketika kamu haus? Apakah Ihsan Tarore Indonesia Idol yang mengajarimu bagaimana caranya beribadah kepada Allah dengan benar? Apakah Lady Gaga? Bahkan mereka itu semua juga di akhirat sibuk untuk mencari bagaimana supaya mereka selamat dari adzab neraka –wal’iya dzubillah- dan mereka tidak akan memperdulikan orang-orang yang menjadi fans mereka. Tidakkah kau sadar sobat?</p>
<p>Allah ta’ala berfirman, (artinya):</p>
<p>“Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (QS. Al-Furqaan 25:3)</p>
<p>“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya (ilah = <strong>IDOL</strong>). Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS. Al-Furqaan 25:43)</p>
<p>“(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. An-Nisaa’ 4:139)</p>
<p>“Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala (Inggris: <strong>IDOL</strong>), dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka.” (QS. An-Nisaa’ 4:117)</p>
<p>“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An-Nisaa’ 4:120)</p>
<p>Lalu, siapakah idola umat Muslim yang sesungguhnya? Yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Lalu, siapa panutan yang harrus dicontoh? Yaitu para nabi dan orang-orang sholih.</p>
<p>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).</p>
<p>“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri (nabi) Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya (yang mengikuti petunjuknya); ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata” (QS al-Mumtahanah 60:4).</p>
<p>“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barang siapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.” (QS. Al-Mumtahanah 60:6)</p>
<p>“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para sahabat) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi penyayang di antara sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS al-Fath:29).</p>
<p>“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisaa’ 4:125)</p>
<p>Sudah saatnya kita berfikir rasional untuk mengambil sebuah tauladan. Apakah orang yang melantunkan musik dangdut dengan pakaian serba terbuka pantas dijadikan tauladan? Apakah para penyanyi grup band yang terjerat narkoba pantas dijadikan tauladan? Tidak ada satu pun dari mereka yang pantas dijadikan tauladan.</p>
<p>Saatnya kita untuk mengintropeksi diri. Siapakah yang kita puja selama ini? Siapakah yang kita teladani selama ini? Ingat sobat, kita tidak dilarang untuk ngefans atau suka terhadap seseorang. Tetapi jangan sampai rasa suka dan cinta  kita terhadap seseorang atau sesuatu itu sebanding atau bahkan lebih dibandingkan rasa cinta kita terhadap Allah. Jika sudah demikian, maka kita telah terjerumus ke dalam kemusyrikan yang tidak kita sadari. Barangkali kita sering mencela orang yang suka menyembah patung, memandikan keris, ngalap berkah di kuburan, namun ternyata tanpa kita sadari kita juga melakukan hal yang sama hanya saja obyeknya berbeda.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishawab&#8230;.</p>
<p>Astaghfirullah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=180&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/31/jangan-salah-pilih-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/179/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/179/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 12:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/179/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=179&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="visibility:hidden;width:0;height:0;" border="0" width="0" height="0" src="http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTMxOTI4NjMwOTc5NiZwdD*xMzE5Mjg2NjMyMzU5JnA9MTQ2NDgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWM4NTdlOTU2NDg5/NjRjZGZiODYwZmYwZjEwY2U1ZjhjJm9mPTA=.gif" /><a href="http://s10.flagcounter.com/more/yc2"><img src="http://s10.flagcounter.com/count/yc2/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_2/maxflags_12/viewers_0/labels_1/pageviews_1/flags_1/" alt="free counters" border="0"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=179&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/179/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://c.gigcount.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTMxOTI4NjMwOTc5NiZwdD*xMzE5Mjg2NjMyMzU5JnA9MTQ2NDgxJmQ9Jm49d29yZHByZXNzJmc9MSZvPWM4NTdlOTU2NDg5/NjRjZGZiODYwZmYwZjEwY2U1ZjhjJm9mPTA=.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://s10.flagcounter.com/count/yc2/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CCCCCC/columns_2/maxflags_12/viewers_0/labels_1/pageviews_1/flags_1/" medium="image">
			<media:title type="html">free counters</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Islami? Mau Dong?!</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/pacaran-islami-mau-dong/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/pacaran-islami-mau-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 11:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari judul artikel sepertinya agak alay, tapi sebenarnya ini bukan judul artikel buatan saya. Ini adalah judul seminar yang diadakan di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman, pada hari Kamis, 20 Oktober 2011, sekitar pukul 16.30, tepat pada saat saya selesai jam kuliah. Seperti biasanya, PUSDIMA (Pusat Studi Islam Mahasiswa) selalu mengadakan acara seperti ini yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=171&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari judul artikel sepertinya agak alay, tapi sebenarnya ini bukan judul artikel buatan saya. Ini adalah judul seminar yang diadakan di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman, pada hari Kamis, 20 Oktober 2011, sekitar pukul 16.30, tepat pada saat saya selesai jam kuliah. Seperti biasanya, PUSDIMA (Pusat Studi Islam Mahasiswa) selalu mengadakan acara seperti ini yang dinamakan Taman Pusdima setiap hari Kamis sore, sekalian bukber bagi yang puasa senin-kamis. Tapi pada hari Kamis itu sungguh menarik saya untuk memaksakan diri hadir di tengah kelelahan setelah seharian kuliah. Sekalian biar dapat snack gratis <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .<span id="more-171"></span></p>
<p>Pada hari itu, pembicaranya adalah Ustadz Mahbub yang juga merupakan alumni Universitas Mulawarman. Beliau juga bisa menghipnotis orang, mungkin bisa dibilang beliau adalah ahli hipnoterapi.</p>
<p>Oke, kita langsung kepada pembahasan pokok yang sudah saya catat secara ringkas melalui seminar tersebut. Intinya adalah: “Bagaimanakah Pacaran Islami?”</p>
<p>Ada kata mutiara yang mengatakan: “Tidak ada asap jika tidak ada api.” Bisa diibaratkan bahwa pacaran adalah asap, sedangkan apinya adalah rasa cinta atau suka kepada lawan jenis. Jadi, kita analogikan begini, bagaimana asap bisa berwarna hitam? Mungkin yang dibakar adalah karet. Bagaimana asap bisa berbau wangi? Mungkin yang dibakar adalah ikan. Untuk bisa mengendalikan asap sesuai keinginan kita, tentu kita harus tau sumber apinya. Jika kita ingin mengarahkan asap sesuai keinginan kita, kita harus tahu sumber apinya.</p>
<p>Kita telah menganalogikan pacaran dan rasa suka dengan asap dan api. Lalu, bagaimana cara kita mengendalikan apinya? Maka kita harus mengetahui tentang pergaulan. Pergaulan, gaul. Ada banyak definisi gaul dari banyak orang. Ada yang mendefinisikan bahwa gaul itu trendy, ada juga yang mendefinisikan banyak teman, dsb. Lalu, apa arti gaul sebenarnya? Apakah orang yang gaul itu orang yang funky? Lalu bagaimana orang Islam yang ingin gaul? Apakah dengan model rambut punk pake baju koko? Gaul bisa bermakna canggih, hebat, atau heboh. NAMUN, penyalahgunaan pergaulan yang terlalu bebas dan tidak bertanggung jawab dapat memberikan banyak dampak negatif. Contoh: ketika seorang pelajar mendapat beasiswa, dan beasiswanya tersebut tidak dipakai untuk 100% urusan kuliah, melainkan dipakai untuk membeli benda-benda yang CANGGIH, HEBAT, dan mengHEBOHkan. Inilah salah satu contoh GAUL yang tidak berTANGGUNG JAWAB. Kita juga bisa belajar dari kasus Nabi Adam ‘alayhis salam dan istrinya, karena kecintaan beliau terhadap istrinya, beliau tidak menolak ajakan istrinya untuk memakan buah surga yang terlarang. Tetapi Allah telah memaafkan keduanya.</p>
<p>Dampak negatif lain dari pergaulan yang kebablasan adalah seks bebas. Tahukah antum? 46% siswa/i Indonesia sudah melakukan seks di luar nikah dan 16% dari mereka telah melakukan aborsi. Hal ini, siapa yang dirugikan? Ya, wanita. Laki-laki mah enak aja, abis make langsung di buang, kayak ngisep rokok gitu.</p>
<p>Jadi bagaimana hukum pergaulan antara wanita dan pria? Halal atau haram? Kalo dihukumi haram, maka niscaya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tak akan beristri hingga beliau wafat. Terbukti beliau pernah beberapa kali berinteraksi dengan wanita, salah satunya adalah istri beliau yang pertama, yaitu Khadijah. Ketika remaja, beliau bekerja pada Khadijah untuk memperdagangkan barang dagangannya. Tentu hal ini membutuhkan interaksi yang akhirnya beliau menikah dengannya.</p>
<p>Maka, dari sini, kita mendapatkan teladan dari Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam tentang bagaimana interaksi antara pria dan wanita yang merupakan pergaulan antar sesama manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, (artinya):</p>
<p>“<em></em><a href="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/khlawat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-172" title="khlawat" src="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/khlawat.jpg?w=300&#038;h=215" alt="" width="300" height="215" /></a><em>Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal</em>.” [QS. Al-Hujurat 49:13]</p>
<p>Maka, pergaulan itu merupakan kewajiban bagi sesama manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Bukankah ada sebuah hadits yang menyatakan: “Barangsiapa memutus tali persaudaraan, maka bukanlah bagian dari umatku”?</p>
<p>Nah, ketika kita sudah mengetahui tentang kewajiban dalam bergaul terhadap sesama manusia, dan efek negatif dari pergaulan yang kelewat batas, lalu, bagaimana cara bergaul yang sesuai dengan syari’at?</p>
<p>Ini dia:</p>
<p><strong>1. JAGA PANDANGAN</strong></p>
<p>Allah berfirman, (artinya):</p>
<p>“<em>Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat</em>&#8220;.</p>
<p><em>Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung</em>.” [QS. An-Nuur 24:30-31]</p>
<p>Dalam artian, bukan berarti kita tidak boleh melihat sama sekali wajah lawan jenis. Tetapi, ketika muncul suatu rasa itu, segera palingkan pandangan. Seseorang diperbolehkan melihat wajah lawan jenis jika memang ada keperluan, misalkan seperti sahabat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dari kalangan anshor yang dia ingin menikah dengannya, kemudian Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk melihat wajah si wanita terlebih dahulu.</p>
<p><strong>2. JAGA AURAT</strong></p>
<p>“<em>dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya</em>.” [QS. Al-Ahzab 33:33]</p>
<p>Namun yang anehnya, banyak cewek pake jilbab, tapi lekuk tubuhnya itu diperlihatkan. Tujuannya apa? Ada juga yang sudah pake jilbab lebar-lebar, tapi pake minyak sinyong-nyong segunung gajah. Kalo laki-laki memang sudah menutup aurat mereka dengan benar, karena saya (penulis blog) gak pernah lihat laki-laki di depan umum pake handuk yang pas-pasan nutup auratnya, yaitu dari puser ampe lutut. Maka dari itu, laki-laki menutup auratnya dengan cara menjaga sikap dan akhlak di hadapan wanita, jangan alay, jangan lebay.</p>
<p><strong>3. ADIL DAN MENGHARGAI</strong></p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim</em>.” [Al-Hujurat 49:11]</p>
<p>Bertemanlah dengan siapa saja, dari Jawa, Madura, Dayak, Bugis, asal jangan olok-olokkan. Cuma gara-gara ditolak jadi pacar, eh di status facebook ditulis yang macem-macem. Cuma gara-gara ditolak jadi pacar, eh, tawuran antar genk. Gak jelas banget gitu&#8230;</p>
<p><strong>4. JAGA BICARA</strong></p>
<p>“<em>Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik</em>.” [QS. Al-Ahzab 33:32]</p>
<p>Biasanya, cewek kalo lagi cari perhatian, kalo ngomong suaranya dibikin gimana gitu. Jangankan ngomong, SMS pun tulisannya pake tulisan alay. Terus juga yang cowoknya, kalo udah jatuh cinta, pada pinter ngegombal kayak gini, “Bapak kamu tukang jual pangsit ya? Kok kamu tau? Iya, soalnya bibirmu merah seperti saos, matamu bulat seperti pentolan, rambutmu panjang terurai seperti mie, dan kulitmu hitam manis seperti kecap, aku jadi tergiur melihatmu sepertinya tergiurnya aku melihat jeruk nipis, setelah kucium ternyata rasamu pahit seperti sawi” (ini asli dari penulis blog). Rayuan gombal kayak gini yang bisa menggoda cewek.</p>
<p><strong>5. JAGA HATI</strong></p>
<p>“<em>(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram</em>.” [QS. Ar-Ra’d 13:28]</p>
<p>Maknanya, hati itu perlu asupan makanan, yaitu DZIKRULLAH, dzikir kepada Allah, mengingat Allah.</p>
<p>Jika kamu sanggup menjalani KELIMA persyaratan di atas ketika kamu sedang berduaan dengan pacar kamu, silahkan u lanjutken pacaranmu. Kalo gak bisa, ya BERHENTILAH PACARAN, karena itu bisa merusak kamu dan pacaran itu termasuk kegiatan maksiat.</p>
<p>Jumhur Ulama berpendapat, pacaran yagn bertujuan untuk sekedar ‘<em>Just having </em>fun’ hukumnya adalah HARAM. Namun, apabila pacaran yang dimaksud adalah Ta’aruf, hukumnya boleh. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai ta’aruf yang sesuai sunnah, mungkin bisa searching sendiri di google, atau tanya ama Pak Kiyai, guru ngaji, Pak Ustadz, dsb. (hati-hati, kadang ada Pak Ustadz yang lagi pacaran tapi katanya ta’aruf, banyak kok).</p>
<p>Bukan berarti kita tidak boleh mencintai lawan jenis. Cinta terhadap lawan jenis itu adalah fitrah manusia dan kewajiban, justru orang homo dan lesbi bisa kena adzab seperti kaum Nabi Luth. Namun, seperti yang dikatakan di atas tadi, apinya harus dikendalikan supaya asapnya bagus.</p>
<p>Say no to berdua, tetap suci sampai akad nikah, hati bebas bakteri!</p>
<p>Pacaran setelah menikah, itu lebih nikmat dan romantis, karena pengalaman pertama dan lokasinya pun strategis di atas tempat tidur tanpa khawatir harus aborsi, putus sekolah/kuliah, dimarahin mama-papa, masuk neraka, dsb. Semuanya HALAL.</p>
<p>Carilah jodohmu dengan cara yang baik, niscaya ALLAH akan memberikan yang terbaik.</p>
<p>“<em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir</em>.” [QS. Ar-Rum 30:21]</p>
<p><em>Maka, biarkanlah indah pada waktunya&#8230;&#8230;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Subhanakallahuma wabihamdika&#8230;&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=171&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/22/pacaran-islami-mau-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/khlawat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">khlawat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Melanggar Janji/Sumpah?</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-melanggar-janjisumpah/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-melanggar-janjisumpah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 01:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang teman satu kampus ngirim SMS pada saya, dia bertanya seperti ini: &#160; “Bay, janji itu adalah hutang. Hutang itu hrus dbayar smpe mati kan bay. Kalau kta prnh jnj sma org dulu, trus keadaannya berubah, kalau janji itu dilaksanakan, dampaknya bkal kurang bagus. Itu gimana bay” Seperti itulah bunyi SMS nya. Lalu saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=168&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang teman satu kampus ngirim SMS pada saya, dia bertanya seperti ini:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bay, janji itu adalah hutang. Hutang itu hrus dbayar smpe mati kan bay. Kalau kta prnh jnj sma org dulu, trus keadaannya berubah, kalau janji itu dilaksanakan, dampaknya bkal kurang bagus. Itu gimana bay”</p>
<p><span id="more-168"></span></p>
<p>Seperti itulah bunyi SMS nya. Lalu saya jawab pada waktu itu juga sesuai keterbatasan pengetahuan saya, bahwa janji yang menimbulkan mudharat atau bertentangan dengan syari’at Islam boleh dilanggar. Saya berdalil dengan Kitabullah:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nuur 24:22]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada footnote Al-Qur’an terjemahan Depag yang diterbitkan tahun 1995 dijelaskan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu bahwa dia tidak akan memberikan apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh memaafkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mereka mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka itu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu a’lam. Tapi kemudian saya mendapatkan penjelasan yang lebih banyak lagi mengenai hal ini. Semoga Allah mengampuni saya dan menganugerahi saya ilmu yang bermanfaat lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti yang pernah ditanyakan kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah- dengan model pertanyaan yang hampir sama, bisa dilihat artikelnya di <a href="http://almanhaj.or.id/content/1681/slash/0">http://almanhaj.or.id/content/1681/slash/0</a>. Kesimpulannya bahwa oang yang melanggar sumpah wajib membayar denda. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Artinya : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu&#8221;. [Al-Ma'idah : 89]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitu juga jika bersumpah untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan, lalu melihat bahwa ternyata lebih baik membatalkan sumpah tersebut, maka batalkanlah sumpah tersebut kemudian membayar denda sumpah tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika engkau bersumpah, kemudian engkau melihat sesuatu yang lebih baik dari sumpah tersebut, maka batalkanlah sumpahmu (dengan membayar denda) dan kerjakanlah sesuatu yang lebih baik dari sumpahmu itu&#8221;. [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, ada dua keadaan dimana sang pelanggar sumpah atau janji<strong> tidak wajib membayar kaffarah (denda)</strong>:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertama,</strong> dia melanggar karena<strong> lupa, tidak sengaja, atau terpaksa dan tidak mampu lagi untuk menolaknya</strong>. Ini berdasarkan sabda Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah menghapuskan (kesalahan) dari umatku, (yang dilakukan) karena tidak sengaja, lupa, atau terpaksa.”</em> (HR. Ibn Majah dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kedua, </strong>ketika bersumpah dia mengucapkan, <em>“insyaa Allah”</em> sebagaimana dinyatakan dalam hadis,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>“Siapa yang bersumpah dan dia mengucapkan: InsyaaAllah, maka dia tidak dianggap melanggar.”</em> (H.R. Ahmad, Turmudzi, Ibn Hibban dan disahihkan Syu’aib al-Arnauth)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika tidak dinilai melanggar, berarti tidak ada dosa dan tidak wajib membayar <strong>kaffarah</strong>. Sebagaimana keterangan dalam <em>Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Jami Turmudzi</em> (5: 109)</p>
<p><a href="http://konsultasisyariah.com/sumpah-atas-nama-allah">http://konsultasisyariah.com/sumpah-atas-nama-allah</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari penjelasan di atas yang saya dapat dari beberapa sumber, maka saya ingin menasehati pada kawan-kawan semua: Janganlah bermain-main dengan janji dan sumpah. Dan ucapkanlah INSYA ALLAH (Jika Allah menghendaki).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ’sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali (dengan mengucapkan) <strong>insya Allah</strong>. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS Al-Kahfi: 23-24).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: &#8220;Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung&#8221;,<br />
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.<br />
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: &#8220;Jika TUHAN MENGHENDAKINYA/INSYA ALLAH, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.&#8221;</p>
<p>(Alkitab, Yakobus 4:13-15)<a href="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/sumpah-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-169" title="sumpah-1" src="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/sumpah-1.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu a’lam bishowab&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Satu yang buat saya nggantung dalam memahami pertanyaan teman saya lewat SMS tersebut dan menjelaskan jawabannya karena saya gak tanya janji temen saya itu janji yang gimana. Saya takut itu masalah privasi dan ntar orang marah lagi, hehe&#8230;. Sorry ye kalo orangnya baca di blog ini&#8230; Peace ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=168&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-melanggar-janjisumpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hannasislam.files.wordpress.com/2011/10/sumpah-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sumpah-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalananku Menggapai Sholat Lima Waktu</title>
		<link>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/09/perjalananku-menggapai-sholat-lima-waktu/</link>
		<comments>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/09/perjalananku-menggapai-sholat-lima-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 05:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannasislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Teenager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hannasislam.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena yang terjadi di kalangan umat Muslim saat ini adalah begitu remehnya mereka meninggalkan sholat wajib. Padahal mereka mengetahui bahwa sholat wajib hukumnya wajib. Artinya wajib dikerjakan dan haram ditinggalkan. Dikerjakan dapat pahala, ditinggalkan berdosa. &#160; Hal seperti ini juga yang menimpa saya dulu. Ketika usia menuju remaja, alias saat masih SMP, saya juga suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=164&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena yang terjadi di kalangan umat Muslim saat ini adalah begitu remehnya mereka meninggalkan sholat wajib. Padahal mereka mengetahui bahwa sholat wajib hukumnya wajib. Artinya wajib dikerjakan dan haram ditinggalkan. Dikerjakan dapat pahala, ditinggalkan berdosa. <span id="more-164"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal seperti ini juga yang menimpa saya dulu. Ketika usia menuju remaja, alias saat masih SMP, saya juga suka meninggalkan sholat. Gak mau sholat, kecuali ada adzan di musholla deket rumah, itupun kalo lagi pengen sholat. Kalo gak lagi pengen sholat ya gak sholat sama sekali, mending nonton film di rumah, atau main PC. Apalagi orang tua saya gak pernah maksa saya sholat, jangankan maksa, nyuruh aja jarang. Jujur saja, di keluarga saya yang rajin sholat lima waktu ya cuma <em>Mbah </em>saya, alias Nenek. Sekarang <em>Alhamdulillah, </em>beliau masih sehat wal ‘afiat dan posisi berada di Cirebon, Jawa Barat. Beliau juga gak pernah ngajak-ngajak orang rumah, termasuk saya untuk sholat. Kalo bukan karena Allah Yang Maha Pemurah ngasih saya petunjuk untuk sholat, siapa yang mau maksa saya sholat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dulu, saya berpikir, buat apa sholat? Toh saya masih empat belas tahun, gak sholat juga gak dosa. Kan orang yang wajib sholat itu yang sudah akil baligh, standarnya umur lima belas atau tujuh belas tahun, atau yang udah mimpi basah. Sedangkan saya baru mimpi basah ketika kelas 1 SMA, umur lima belas tahun. Jadi gak apa donk saya gak sholat. Lagipula orang tua saya gak pernah ngajarin saya buat harus sholat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, hidayah itu turun berangsur-angsur. Saya mulai berpikir sendiri, kalau hari ini aja saya gak sholat, terus nanti kalo udah dewasa apa saya mau sholat? Ntar kalo saya udah dewasa gak mau sholat kayak gini juga, gimana? Jaminannya apa? Terus, orang tua saya gak pernah nyuruh saya sholat, kalo mereka masuk neraka gara-gara saya, apa yang bisa saya lakukan? Saya pada saat itu sudah mulai yakin bahwa saya harus sholat. Pengen sholat di rumah, tapi malu. Mau sholat di Musholla, tapi kalo siang sepi gak ada yang adzan. Padahal jarak rumah dan Musholla hanya beberapa langkah naik tangga. Hati ini dipenuhi keraguan, kebimbangan, dan keGALAUan. Mau sholat di rumah aja ah. Tapi malu nanti diliat orang rumah. Pasti mereka nanti berpikir, “Kok tumben anak ini sholat, biasanya gak?” Akhirnya belum kuputuskan untuk sholat di rumah. Tapi pada saat itu saya mulai rajin sholat maghrib dan Isya di musholla.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Puncaknya pada kelas 1 SMA. Aku mulai memberanikan diri untuk sholat lima waktu di rumah apapun yang terjadi, apalagi aku mengingat ceramah Pak Ustadz waktu acara Isra’ Mi’raj di sekolah, hukuman apa yang terjadi di kubur bagi orang yang gak sholat. Saya jadi membayangkan kalo itu terjadi pada saya nanti kalo saya mati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun sudah  mulai terbiasa untuk sholat lima waktu, walaupun sholat subuh terlambat hingga jam enam pagi. <em>Alhamdulillah ya</em>, sekarang saya sudah bisa sholat lima waktu di Masjid tepat waktu karena berhubung tempat kos yang dekat dengan masjid.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan saya yakin, dengan sholat lima waktu yang saya kerjakan selama ini yang membuat saya berperilaku baik dan Allah melindungi saya dari  perbuatan-perbuatan jahat diri saya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga kisah saya yang singkat ini bisa memotivasi umat Muslim yang lain yang sholatnya masih bolong-bolong. Semoga Allah memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan</em>. [QS. Maryam 19:59]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi</em>. (HR. An-Nasaa&#8217;i dan Tirmidzi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hannasislam.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hannasislam.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hannasislam.wordpress.com&amp;blog=14190495&amp;post=164&amp;subd=hannasislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hannasislam.wordpress.com/2011/10/09/perjalananku-menggapai-sholat-lima-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2989f070e7b986fcdec4edfd455b762?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hannasislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
