Apa itu Mukjizat?

Dewasa ini, ada banyak kejadian-kejadian yang di luar akal manusia terjadi di dalam bangsa ini, mengingat masyarakat Indonesia pada umumnya selalu mengkaitkan kejadian itu dengan takhayul. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menyebutnya sebagai MUKJIZAT. Seperti halnya Dukun Cilik Ponari yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit hanya dengan meminum air bekas celupan batu ‘ajaib’nya. Baru-baru ini di media mengabarkan ada anak kecil yang juga dapat menyembuhkan penyakit hanya dengan mencelupkan jarinya ke air dan meminumkan ke pasiennya.

Tepatkah dengan sebutan ‘mukjizat’ untuk keahlian mereka yang seperti itu?

Mukjizat, mu’jizat atau mujizat (Arab معجزة, Baca Mu’jizah) adalah perkara yang di luar kebiasaan, yang dilakukan oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya, untuk membuktikan kebenaran kenabian dan keabsahan risalahnya.
Mukjizat merupakan kejadian/kelebihan di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya dimilki oleh para rasul yang diberikan oleh Allah SWT kepada para rasul-Nya. Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar bisa itu tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karomah.

Mukjizat biasanya berisi tentang tantangan terhadap apa-apa yang sedang menjadi trend pada zaman diturunkannya mukjizat tersebut. Misalnya pada zaman Nabi Musa, trend yang sedang terjadi adalah ilmu sihir maka dengan mukjizat tongkat Nabi Musa bisa berubah menjadi ular dan mengalahkan ilmu sihir orang lain yang ada di sekitarnya. Juga pada zaman Nabi Isa, trend yang sedang berkembang adalah ilmu kedokteran dan pengobatan, maka pada saat itu mukjizat Nabi Isa adalah bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal yang merupakan puncak dari ilmu pengobatan.
Demikian juga pada zaman Nabi Muhammad, trend yang sedang berkembang adalah ilmu sastra. Maka disaat itulah dirunkan Al-Qur’an sebagai mukjizat Nabi Muhammad. Nabi yang pada saat itu tidak bisa membaca dan menulis tapi bisa menunjukkan Al-Quran yang memiliki nilai sastra tinggi, tidak hanya dari cara pemilihan kata-kata tapi juga kedalaman makna yang terkandung di dalamnya sehingga Al-Quran dapat terus digunakan sebagai rujukan hukum yang tertinggi sejak zaman Nabi sampai nanti di akhir zaman.

Mukjizat secara terminologi berasal dari kata al-i’jaz dari ‘ajaza yang artinya melemahkan atau mengalahkan.
Menurut Imam as-Suyithi dalam kitab Al-itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an adalah kejadian yang melampaui batas kebiasaan, didahului tantangan, tanpa ada tandingan.
Menurut Ibnu Khaldun adalah perbuatan-perbuatan yang tidak mampu ditiru manusia. Maka ia dinamakan mukjizat, tidak masuk kategori yang mampu dilakukan hamba, dan berada di luar standar kemampuan mereka.

Mukjizat ada yang bersifat material (mampu ditangkap pancaindera), khususnya indera penglihatan, jenis mukjizat ini diturunkan sebelum zaman Rasulullah. Ada juga mukjizat yang bersifat rasional, yaitu mukjizat yang direspon oleh nalar.

Kata mukjizat diambil dari bahasa Arab a’jaza-I’jaz yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamakan mukjiz dan pihak yang mampu melemahkan pihak lain sehingga mampu membungkamkan lawan, dinamakan mukjizat. Tambahan ta’ marbuthah pada akhir kata itu mengandung makna mubalaghah (superlatif).

Mukjizat didefenisikan oleh para pemeluk agama Islam, antara lain, sebagai suatu hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi melalui seorang yang mengaku nabi, sebagai bukti kenabiannya yang ditantangkan kepada orang-orang yang ragu, untuk melalukan atau mendatangkan hal serupa, tetapi mereka tidak mampu melayani tantangan itu. Dengan redaksi yang berbeda, mukjizat di definisikan pula sebagai sesuatu luar biasa yang diperlihatkan Allah melalui para nabi dan Rasulnya, sebagai bukti atas kebenaran pengakuan kenabian dan kerasulannya.

Manna’ Al-Qaththan mendifinisikannya sebagai berikut :
“suatu kejadian yang keluar dari kebiasaan, disertai dengan unsur tantangan, dan tidak akan ditandingi.”

Unsur-unsur yang terdapat pada mukjizat, sebagaimana dijelaskan oleh Quraish Shihab, adalah sebagai berikut:

1. Hal peristiwa yang luar biasa
2. Terjadi atau di paparkan oleh seorang yang mengaku nabi
3. Mengandung tantangan terhadap yang meragukan kenabian
4. Tantangan tersebut tidak mampu atau gagal dilayani.

Sehingga dari beberapa sumber definisi terkait mukjizat, tak satupun yang mendukung anggapan media perihal kejadian aneh di zaman sekarang dapat disebut sebagai mukjizat, seperti anak kecil yang dapat menyembuhkan penyakit, dsb

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mukjizat#cite_note-0

http://mukjizatdiislam.blogspot.com/2008/05/pengertian-mukjizat.html

http://ical88.multiply.com/journal/item/5/PENGERTIAN_DAN_MACAM-MACAM_MUKJIZAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: