Sekilas Ajaran Nabi Muhammad dan Keluarganya Sebelum Masa Kenabian

Nabi Muhammad dilahirkan dari keluarga ahnaf yang memegang tradisi Ibrahim. Kakek Nabi -Abdul Mutalib misalnya pernah berujar mengorbankan putranya -Abdullah ayah Nabi Sholallahu’alayhi wassalaam-, seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim. Paman Rasulullah Waraqah bin Noufal juga seorang tokoh ajaran ahnaf yang kemudian masuk nasrani –sebelum kenabian Muhammad-. Beberapa ajaran Ibrahim dengan tradisi Hanifiyah yang dicemooh oleh masyarakat Makkah pagan, adalah: puasa Asyura, haji, menjauhi minum khamr (seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar), menyambung tali persaudaraan, shadaqah, memerdekakan budak (ketiga hal ini pernah dilakukan oleh sahabat Hakim bin Hizam sebelum Islam), dan berkhalwat (menyepi -seperti yang dilakukan oleh Nabi); keseluruh ajaran ini mereka sebut tahannuts atau tahannuf . Tahannuf dalam bentuk khalwat adalah ibadah mengasingkan diri (`uzlah) dengan hitungan tertentu. Dan ibadah semacam ini dilakukan oleh para nabi seperti yang termaktub dalam Bibel (lihat http://jalanibrahim.wordpress.com/ ).

Satu hal yang sangat penting dari tradisi Ibrahim yang dipegang teguh oleh para Ahnaf, adalah penyembahan kepada Allah saja, seperti yang pernah dinyatakan oleh Rasulullah pada masa sebelum kenabian, saat ditanya oleh Khadijah, beliau menyatakan, “Aku tidak akan menyembah ‘Uzza selamanya”. Satu pernyataan yang membedakan antara penyembahan kepada Allah dan penyembahan lain dari kepercayaan Arab. Itulah sebabnya maka kata Allah hanya menunjuk kepada Allah saja sebagai Tuhan yang tidak disekutukan oleh para Ahnaf, Nazarean, dan Esenes. Masyarakat pagan Arab adalah masyarakat yang terkontaminasi kepercayaan nenek moyang, hingga mereka menempatkan ilah-ilah lain selain Allah, sepert Uzza, lata, dan Manat. Itulah sebabnya maka nama-nama mereka pun mencerminkan kepercayaan mereka, ada Abd Syams (hamba/penyembah matahari), ada Abdul Uzza (hamba uzza), dan ada juga Abdullah (hamba Allah). Maka nama Abdullah (ayah Nabi) merujuk pada nama Allah seperti yang disembah oleh para Ahnaf pengikut ajaran Ibrahim.

Ajaran monoteisme yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim yang sudah islam (pasrah kepada Allah saja) kini dipertegas lagi oleh kenabian Muhammad, dengan menghancurkan seluruh kepercayaan lama yang menyimpang dari ajaran Ibrahim. Hal yang sama dilakukan oleh Yahya ‘Alahyissalaam. dan Isa ‘Alahyissalaam. yang ingin membersihkan ajaran Musa ‘Alahyissalaam. dan Ibrahim ‘Alahyissalaam. Serta nabi-nabi bani Isra’il sebelumnya. Maka tidak mengherankan jika kedua nabi yang hidup sezaman mendapat pertentangan dari Yahudi dari sekte Saduki dan Parisi, hingga menyebabkan kematian Yahya dan penganiayaan terhadap Isa ‘Alahyissalaam. dan pengikut keduanya.

Sumber: Islam Dihujat; Karya Hj. Irena Handono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: