Seorang Muslim Tidak Pantas Mengucapkan “Selamat Natal”

Sebagian besar umat Kristen sedang menunggu dan mempersiapkan untuk hari besar keagamaan mereka yang jatuh pada tanggal 25 Desember nanti. Mengapa saya katakan “sebagian besar”? Karena tidak semua umat Kristen merayakannya pada tanggal 25 Desember. Contohnya umat Kristen di Armenia merayakan natal (Christmas) pada tanggal 6 Januari, sedangkan Gereja Katolik dan Ortodoks Timur merayakannya pada tanggal 7 Januari. (Wikipedia)

Christmas Day is a holiday observed generally on December 25 to commemorate the birth of Jesus, the central figure of Christianity.

Wikipedia pun melanjutkan:

The date is NOT KNOWN to be the actual birthday of Jesus, and may have initially been chosen to correspond with either the day exactly nine months after some early Christians believed Jesus had been conceived, the date of the winter solstice on the ancient Roman calendar, or one of various ancient winter festivals.

Sama halnya seperti hari raya Valentine yang telah menjadi tradisi bagi para remaja untuk merayakannya, asal-usul hari raya tersebut masih samar. Kita tidak boleh terlalu naïf mengatakan, “Ini sekedar toleransi, lagipula Yesus juga nabi umat Islam.” Toleransi memiliki batasan tertentu seperti yang telah dibatasi dalam Al-Qur’an surah Alkafirun ayat terakhir, “Saya melakukan ajaran agama saya, dan kamu melakukan ajaran agama kamu,” tidak dapat dibalik, “Saya melakukan ajaran agama kamu, dan kamu melakukan ajaran agama saya.” Lagipula, benarkah ‘Isa Almasih lahir pada tanggal tersebut?

Mari kita simak ayat Al-Qur’an berikut, benarkah ‘Isa Almasih lahir pada bulan Desember yang bermusim salju:

قَصِيًّا مَكَانًا بِهِ فَانْتَبَذَتْ فَحَمَلَتْهُ

هَذَا قَبْلَ مِتُّ لَيْتَنِي يَا قَالَتْ النَّخْلَةِ جِذْعِ إِلَى الْمَخَاضُ فَأَجَاءَهَا

مَنْسِيًّا نَسْيًا وَكُنْتُ

سَرِيًّا تَحْتَكِ رَبُّكِ جَعَلَ قَدْ تَحْزَنِي أَلا تَحْتِهَا مِنْ فَنَادَاهَا

جَنِيًّا رُطَبًا عَلَيْكِ تُسَاقِطْ النَّخْلَةِ بِجِذْعِ إِلَيْكِ وَهُزِّي

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (QS. Maryam 19 : 22-25)

Point dari ayat tersebut adalah “…menggugurkan buah kurma yang masak…”. Pertanyaannya adalah, “Apakah musim dingin di Palestina ada pohon kurma yang berbuah?” Tidak ada bukti sejarah maupun bukti Alkitabiah yang dapat memastikan bahwa Yesus / ‘Isa Almasih lahir pada tanggal 25 Desember.

Ini adalah alasan pertama bagi umat Muslim untuk tidak mengucapkan “selamat natal”. Apa yang perlu diselamatkan untuk sesuatu yang tidak jelas?

Allah berfirman:

كِرَامًامَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا وَإِذَا الزُّورَ يَشْهَدُونَ لا وَالَّذِينَ

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (QS. Al-Furqaan 25 : 72)

Alasan kedua adalah kita tidak diperkenankan untuk mengikuti tradisi orang-orang kafir. Rasulullah bersabda:

Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Bukhari)

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Allah berfirman:

إِنَّ قُلْ مِلَّتَهُمْ تَتَّبِعَ حَتَّى النَّصَارَى وَلا الْيَهُودُ عَنْكَ تَرْضَى وَلَنْ

مِنَ جَاءَكَ الَّذِي بَعْدَ أَهْوَاءَهُمْ اتَّبَعْتَ وَلَئِنِ الْهُدَى هُوَ اللَّهِ هُدَى

نَصِيرٍوَلا وَلِيٍّ مِنْ اللَّهِ مِنَ لَكَ مَا الْعِلْمِ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah 2 : 120)

خَبَالا يَأْلُونَكُمْ لا دُونِكُمْ مِنْ بِطَانَةً تَتَّخِذُوا لا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

صُدُورُهُمْ تُخْفِي وَمَا أَفْوَاهِهِمْ مِنْ الْبَغْضَاءُ بَدَتِ قَدْ عَنِتُّمْ مَا وَدُّوا

تَعْقِلُونَ كُنْتُمْ إِنْ الآيَاتِ لَكُمُ بَيَّنَّا قَدْ أَكْبَرُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. Ali Imran 3 : 118)

وَإِذَا كُلِّهِ بِالْكِتَابِ وَتُؤْمِنُونَ يُحِبُّونَكُمْ وَلا تُحِبُّونَهُمْ أُولاءِ أَنْتُمْ هَا

قُلْ الْغَيْظِ مِنَ الأنَامِلَ عَلَيْكُمُ عَضُّوا خَلَوْا وَإِذَا آمَنَّا قَالُوا لَقُوكُمْ

الصُّدُورِ بِذَاتِ عَلِيمٌ اللَّهَ إِنَّ بِغَيْظِكُمْ مُوتُوا

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS. Ali Imran 3 : 119)

Allahu ‘alam bis showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: