Sudahkah Anda Terdaftar Sebagai Seorang Muslim?

Pada suatu perlombaan maraton yang terdiri dari beberapa puluh orang, dimana mereka menempuh jarak 5 km. Setelah beberapa jam perlombaan berlangsung menegangkan, dan akhirnya seorang peserta yang bertubuh tinggi dan kuat berhasil memutus tali finish. Sedangkan sisa peserta lain masih tertinggal jauh di belakangnya. Tetapi, dia tidak mendapat hadiah apapun. Setelah diselidiki, ternyata pelari yang dapat mencapai finish terlebih dahulu tidak terdaftar sebagai peserta lomba. Karena tidak terdaftar sebagai peserta, ia pun di diskualifikasi tanpa mendapat apapun. Sementara peserta yang berada di urutan kedua darinya ditetapkan sebagai pemenang, dan peserta lainnya yang tidak memenangkan lomba mendapatkan sertifikat, suvenir, dan makanan gratis.

 

Kisah di atas adalah suatu perumpaan bagi amal-amal manusia. Sebanyak apapun manusia itu beramal, jika tidak diridhoi oleh Allah, amal-amalnya yang seluas langit itu akan hilang seketika seperti rumput kering yang terbakar.

 

Sering kita melihat orang-orang dari pemeluk agama lain yang bersedekah lebih banyak daripada orang Islam, lebih sering pergi ke tempat ibadahnya daripada orang Islam pergi ke masjidnya, dan juga lebih santun akhlaknya. Namun, apakah amal mereka itu akan diterima dan diperhitungkan Allah? Tidak, selama mereka tidak mendaftarkan diri mereka sebagai seorang Muslim, layaknya seorang pelari yang tidak terdaftar sebagai peserta lomba, tidak akan mendapat apa-apa.

 

 “… Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [QS. Al-An’aam 6:88]

 

“Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.” [QS. Ali Imran 3:22]

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” [QS. Ali Imran 3:91]

 

“Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [QS. Ali Imran 3:117]

 

Maka hal pertama agar amal yang kita lakukan selama hidup di dunia ini tidak terbakar habis dengan kesia-siaan layaknya daun kering yang terbakar ialah dengan menjadi seorang Muslim

 

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran 3:85)

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [QS. Ali Imran 3:102]

 

 

Lalu, bagaimana cara mendaftarkan diri sebagai seorang Muslim?

 

“Pada suatu hari kami (Umar Radhiyallahu ‘anhu dan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum) duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”…” [HR. Muslim]

 

“Sufyan bin Abdullah berkata,”Ya Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Ikrarkanlah (katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah).”” (HR. Muslim)

 

“Pokok segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya adalah shalat, dan puncaknya (atapnya) adalah berjihad.” (HR. Tirmidzi)

 

“Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.””(HR.Bukhori dan Muslim)

 

 

Dengan meregistrasikan dirimu sebagai seorang Muslim dengan cara-cara sesuai hadits di atas, jika kamu tidak mendapat hadiah utama, setidaknya kamu mendapatkan suvenir dan tercatat di sertifikatmu sebagai calon penghuni surga. J

 

Wallahu a’lam bishowab…

One response to this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: