2012, Siapa Takut ?!

 

Seperti biasanya, mengawali hari pertama di tahun baru selalu dirayakan dengan perayaan besar-besaran di hampir seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Orang-orang yang sebelumnya takut akan peristiwa kiamat yang mereka pikir akan terjadi di tahun 2012 seakan sirna dengan hidangan jagung bakar di hadapan mereka. Tak sedikit yang melakukan “hang-out” di tempat-tempat meriah, seperti pertunjukkan kembang api, pawai, dan sebagainya. Dari anak-anak, remaja, orang tua, semuanya menikmati apa yang mereka lakukan.

Kita memang tak perlu percaya bahwa kiamat terjadi di tahun 2012, tapi apa salahnya kalau kita mempercayai bahwa kiamat bisa terjadi kapan saja? Bisa jadi saat Anda sedang membaca artikel ini, sebuah meteor besar sedang menuju bumi dan akan menghantam tepat dimana Anda sedang berpijak saat ini. Tetapi penulis tidak terlalu tertarik untuk membahas kiamat terlalu jauh. Biarlah itu urusan Yang Menguasainya. Penulis hanya ingin membahas bagaimana seorang Muslim menyambut tahun baru ini, dan juga agar seorang Muslim memiliki keberanian dalam menghadapi tahun mendatang.

 

Bolehlah kita membuat makanan spesial untuk keluarga di rumah atau sahabat untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah sesama Muslim. Hal seperti ini hukumnya sangat dianjurkan dan wajib, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:

 

“Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari.” (Shahih Muslim No.4641)

 

Namun perbuatan seperti ini tidak sepantasnya jika kita khususkan hanya untuk merayakan tahun baru, tetapi juga sesering yang kita mampu. Tak pantas juga bagi seorang Muslim merayakan tahun baru secara berlebihan. Yang patut kita lakukan adalah membuat rencana agenda yang akan kita kerjakan esok hari. dan mengevaluasi diri. Apakah akan sama seperti kemarin atau ada sesuatu yang harus diubah dari dalam diri. Saatnya bagi kita untuk mempelajari kekurangan-kekurangan kita terdahulu untuk diperbaiki di hari mendatang.

 

Jangan takut untuk melakukan perbaikan, sebab Allah selalu menerima taubat hamba-hamba-Nya sebelum nyawa di tenggorokan!

 

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: Di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima? Pendeta itu menjawab: “Tidak!” Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan. Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadanya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima? Orang alim itu menjawab: “Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan!” Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: “Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah.” Malaikat azab berkata: “Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun.” Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: “Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya.” Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat. (Shahih Muslim No.4967)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: