Apa yang Kita Kurbankan di Hari Qurban?

APA ITU KURBAN?

Berkurban atau sacrifice secara umum berarti memberikan sesuatu milik kita yang berharga untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. Sedangkan dari segi syara’, berkurban berasal dari bahasa Arab: taqrobun, yang berarti mendekat. Sehingga menurut syariat, berkurban berarti melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sementara konteks berkurban disini ialah menyembelih hewan kurban sesuai ketentuan syariat.

HIKMAH BERKURBAN

1. Media Syi’ar

Ketika kita berkurban, daging-daging kurban tersebut, kita bagikan kepada sanak keluarga, kerabat, dan fakir miskin. Selain dibagikan kepada sesama Muslim, daging kurban juga boleh dibagikan kepada non-Muslim. Disinilah letak syi’ar Islam bahwa Islam adalah agama Rahmatan lil Alamin.

2. Mengenang Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alayhimus salam

Dengan berkurban kita juga mengenang bagaimana Nabi Ibrahim ‘alayhis salam diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyembelih anaknya yang pada waktu itu masih anak satu-satunya. Tentu hati manusia sang Nabi akan berat melakukan hal tersebut. Tetapi keteguhan dan keyakinan akan janji Allah membuat Nabi Ibrahim dan Ismail bersedia untuk menjalankan perintah tersebut.

3. Berbagi Kebahagiaan

Di hari raya Idul Adha, semua umat Islam merayakannya dengan suka cita. Mereka saling bergotong royong dan berbagi daging kurban. Para fakir dan miskin yang tidak mampu untuk mendapatkan daging, pada momen ini mereka mendapat kesempatan untuk mencicipi daging kurban.

4. Mengingat Mati

Mengingat mati adalah salah satu hal yang banyak dihindari orang. Banyak orang yang merasa tabu kita berbicara soal mati. Tetapi di hari raya Qurban, kita diperlihatkan bagaimana binatang kurban itu mati. Cobalah untuk membayangkan jika posisi kita sebagai hewan tersebut dan bertanya kemana roh kita akan pergi setelah itu, ke tempat yang menyenangkan atau sebaliknya.

5. Ihsaniyah

Dalam berkurban kita dituntut untuk mencari hewan kurban yang sehat, tidak cacat, layak potong, dan sesuai umurnya sesuai yang telah ditetapkan sebagai syarat hewan kurban. Ini melatih kita agar berusaha untuk membaguskan diri dalam beramal dan tidak meninggalkan kecacatan sedikitpun.

6. Melatih Keikhlasan

Berkurban juga mengingatkan kita dengan kisah Habil dan Qabil, dimana keduanya diperintahkan berkurban. Namun, hanya kurban Habil yang diterima. Alhasil, Qabil pun membunuh saudaranya, Habil. Disini terdapat sebuah pelajaran bahwa amal yang diterima Allah hanyalah amal yang ikhlas karena-Nya.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari sini ialah bahwasanya dalam berkurban kita wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku serta niat yang semata-semata karena Allah. Selain itu, terdapat banyak hikmah yang terkandung dalam berkurban, oleh karenanya kita harus memanfaatkan momen-momen tersebut untuk meningkatkan kita kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: