Mengeluh Terus! Kapan Bersyukurnya?

Sebagian dari kita apabila tertimpa sesuatu yang tidak kita senangi walaupun kecil maka mudah sekali mengeluh. Segala kenikmatan seluas lautan seakan-akan hilang dalam sekejap dengan musibah sebesar tetesan air. Manakala kita kehilangan uang sepuluh ribu rupiah untuk membeli bensin, seketika kita mencela, mencaci, menggerutu. Padahal kita masih memiliki kaki untuk berjalan kaki, masih tersisa uang sedikit untuk bisa menumpang angkot, atau memiliki handphone yang dengannya kita dapat menghubungi sahabat untuk dijemput. Manakala kita diputus oleh pacar, kita menganggap hal tersebut adalah musibah seakan-akan langit runtuh dan bintang berjatuhan. Seakan-akan seluruh makhluk di bumi ini lenyap dan hanya kita yang tersisa di antara puing-puing sisa kiamat. Padahal seharusnya kita bersyukur karena terlepas dari dosa zina, waktu yang kita miliki yang tadinya kita gunakan untuk pacaran bisa digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Tetapi itulah manusia memang diciptakan mudah mengeluh. Allah berfirman
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.” (QS. Al-Fajr 89 : 16)
Berikut ini akan kami suguhkan bagaimana supaya kita bisa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala:

1. KENALILAH SIAPA YANG MEMBERIMU NIKMAT

Masalah yang sering terjadi adalah banyak orang tidak mengenal siapa Tuhannya. Kalau cuma sekedar tahu, maka semua orang Islam tahu bahwa Tuhannya adalah Allah. Pikirkanlah baik-baik, jika ada seseorang menaruh uang satu juta di depan kamar kita dan uang tersebut diikat dengan kertas bertuliskan “UANG INI UNTUK ANDA”, sementara kita tidak mengenal orang yang memberi uang tersebut. Apa yang kita lakukan? Barangkali sebagian dari kita akan mengambil uang tersebut karena disana jelas tertulis nama kita. Kemudian kita memakainya untuk membeli sesuatu. Setelah uang tersebut habis digunakan, maka kita pun lupa: lupa bahwa kita pernah menemukan uang, lupa bahwa barang yang kita beli adalah hasil uang berian, dan lebih-lebih lupa akan sang pemberi karena kita tidak mengenalnya. Tetapi apabila yang memberikan uang tersebut adalah orang yang kita kenal, misalnya sahabat kita atau tetangga kita, maka kita akan ingat bahkan akan kita ceritakan kepada anak cucu kita akan kebaikannya. Begitu pula apabila kita telah mengenal Allah maka kita akan dengan mudah mensyukuri segala nikmat-Nya. Bukan hanya sekedar tahu Nama-Nya, tapi kita harus mengenal Asma wa Shifat (Nama-nama dan Sifat-sifat) Allah sesuai yang tercantum di dalam Al-Qu’ran dan Sunnah.

Di antara cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mengenal Allah adalah dengan mempelajari Asma wa Shifat-Nya melalui karya para ulama. Banyak ulama yang telah menyusun kitab khusus berkenaan dengan masalah ini seperti Kitab At-Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, At-Tadmuriyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, Al-Ghalib wa An-Nashir karya Syaikh Prof. Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzohullah, maupun karya ulama Ahlus Sunnah yang lainnya.

Dengan mengetahui Sifat-sifat-Nya, semakin mudah kita untuk bersyukur. Tatkala kita mendapat nikmat, maka ketahuilah bahwa nikmat tersebut dari Allah karena Dia yang memiliki Nama Ar-Rozzaq (Maha Pemberi Rezeki). Tatkala kita tertimpa musibah, maka ketahuilah bahwa Allah Mahaadil, Mahabijaksana, dan yakinlah bahwa di balik musibah tersebut ada hikmah yang barangkali kita tidak mengetahuinya sekarang.

2. BERDOA KEPADA ALLAH AGAR DIBIMBING UNTUK BERSYUKUR
Di antara cara yang tidak boleh ditinggalkan seorang hamba agar dia bisa bersyukur kepada Rabbnya tentunya dengan berdoa. Sebab segala aktivitas termasuk ibadah tidak akan bisa dilakukan seorang hamba kecuali atas kekuatan dan bimbingan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah: doa syukur_NEW
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam memegang tangannya dan berkata kepadanya, “Wahai Muadz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Janganlah engkau meninggalkan setiap kali selesai shalat untuk mengucapkan doa, “Allahumma A-inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik (Ya Allah, bimbinglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan melakukan ibadah yang terbaik kepada-Mu). [Shahih Abi Dawud (1362), Jami’ Shahih Al-Adzkar no.259]

3. MENYEBUT-NYEBUT NIKMAT DARI ALLAH DAN MENAMPAKKANNYA
Salah satu yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur kita adalah dengan menyebut-nyebut nikmat dari Allah dan menampakkan nikmat tersebut. Tidak ada salahnya kita memakai pakaian yang indah, memakan makanan yang lezat, menggunakan kendaraan yang bagus sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Namun tentu tidak boleh berlebihan sehingga menimbulkan rasa sombong dan rakus. Allah berfirman:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf 7:31)
Dan terdapat sebuah doa yang agung yang Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ajarkan, dimana di dalamnya terdapat doa pengakuan nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala:
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Sayyidul istghfar adalah dengan mengatakan:doa syukur 2_0001_NEW

(Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku dan aku ini adalah hamba-Mu, aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlimdung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat, aku mengakui nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau).
Barangsiapa yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan pada pagi hari, lalu meninggal sebelum masuk waktu sore, maka dia termasuk penduduk surga. Barangsiapa yang mengucapkan dengan penuh keyakinan pada malam hari, lalu dia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka dia termasuk penduduk surga. (HR. Bukhari)

4. MENGGUNAKAN NIKMAT DARI ALLAH UNTUK TUJUAN BERIBADAH
Allah berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyaat 51:56)
Tujuan penciptaan kita di dunia adalah agar kita menyembah Allah semata. Oleh karenanya segala kenikmatan dan fasilitas yang ada di dunia ini dipergunakan sebagai wasilah kita untuk mentauhidkan dan mengibadahi Allah ‘Azza wa Jalla. Di sinilah letak perbedaan orang beriman akan nikmat dengan orang yang kufur nikmat. Kita bisa mengambil pelajaran dari para Shahabat radhiyallahu ‘anhuma. Siapa yang tidak mengenal Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu? Orang yang paling kaya dikalangan Shahabat, sampai-sampai disebutkan oleh para ulama bahwa ketika beliau wafat, warisan beliau adalah seratus ribu dinar untuk seorang isteri yang beliau tinggalkan, sementara beliau memiliki empat orang isteri! Namun dengan kekayaannya itu, beliau banyak memiliki jasa bagi tersebarnya agama Islam ini. Tidak luput infaq beliau di setiap peperangan. Beliau tidak ragu untuk berinfaq sebesar-besarnya untuk Jihad Fi Sabilillah.
Berbeda dengan Abu Jahal dan Abu Lahab. Pimpinan kaum Kafir Quroisy yang dianugerahi kekayaan, jabatan, dan segala kenikmatan. Tetapi anugerah dan nikmat tersebut mereka gunakan untuk bermaksiat kepada Allah, bahkan kekayaan mereka infaqkan untuk memerangi Islam. Oleh karenanya salah satu cara bersyukur kepada Allah adalah dengan menggunakan rizki yang Allah berikan untuk tujuan beribadah, meninggikan kalimat-Nya, dan perbaikan umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: