Bolehkah Kita Membaca Al-Qur’an Pakai Logat (Alunan Nada) Adat Jawa dengan Tetap Memperhatikan Kaedah Tajwid

Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Tanya Jawab Muhadharah Ilmiyah “Penghalang-Penghalang Kebenaran”
Masjid Al-Mujahidin, Slipi
Ahad, 6 Sya’ban 1436 H / 24 Mei 2015 M

Pertanyaan:
Bolehkah Kita Membaca Al-Qur’an Pakai Logat (Alunan Nada) Adat Jawa dengan Tetap Memperhatikan Kaedah Tajwid?

Jawaban:
Ikhwanifiddin a’adzakumullah, sudah disinggung tadi, logat-logat yang seperti itu kita gak pernah dengar dari salaf. Sehingga saya khawatir, khawatir akan terjatuh dalam kebid’ahan. Atau yang lebih mengerikan jatuh ke dalam istihza’ bil Qur’an (memperolok Al-Qur’an). Orang-orang awam langsung menyimpulkannya, “Ngaji kok kayak ndalang?” Itu namanya mencemooh. Istihza’, memperolok-olokkan ayat Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: