CARA MUDAH MENANAM POHON KURMA

Masih banyak yang beranggapan bahwa pohon kurma hanya bisa tumbuh di wilayah Timur Tengah. Padahal pohon kurma bisa juga tumbuh di Indonesia dengan metode penanaman yang benar. Keuntungan yang dihasilkan dari menanam pohon kurma sangat banyak. Dari segi agama, menanam pohon kurma termasuk dari amal jariyyah yang pahalanya mengalir terus menerus. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda ada 7 perkara yang pahalanya terus mengalir bagi seorang hamba ketika dia di alam kuburnya setelah kematiannya: 1. Mengajarkan ilmu, 2. mengalirkan sungai, 3. menggali sumur, 4. menanam pohon kurma, 5. membangun masjid, 6. mewariskan mushaf, 7. anak yang memintakan ampunan untuknya setelah kematiannya.[1]

Selain itu menanam pohon kurma juga bagus sebagai hiasan pekarangan rumah, atau tempat berteduh. Bagi Anda yang suka berbisnis, pohon kurma bisa jadi ladang untuk menghasilkan uang. Pohon kurma yang sudah berusia cukup lama harganya bisa sangat mahal. Selain itu bisa juga untuk dibudidaya untuk memanen buahnya.

Menanam pohon kurma sangat mudah sekali. Berikut ini tahapan-tahapannya:

  1. Siapkan beberapa biji kurma, semakin banyak semakin bagus agar kelak bisa menghasilkan pohon jantan dan betina. Anda bisa membeli buah kurma merek apa saja dan ambil bijinya.
  2. Bersihkan biji kurma dari daging yang melekat. Kemudian rendam dengan air bersih kira-kira selama seminggu. Anda boleh mengganti air rendaman setiap kali apabila telah terlihat kotor.
  3. Cuci biji kurma dan lepaskan kulit-kulit ari yang masih melekat sampai bersih dan biji terlihat mengkilap.
  4. 20170602_101820Siapkan wadah yang memiliki tutup. Taruh beberapa lembar tisu atau kapas di dasar wadah tersebut dan basahi dengan air hingga lembab. Taruh biji kurma di atasnya kemudian tutup rapat wadah tersebut dan diamkan di tempat gelap.
  5. 20170611_092335Tunggu hingga beberapa hari ketika muncul dari biji tersebut benda berwarna putih seperti ulat. Itulah akarnya.
  6. Apabila akar telah panjang kira-kira 2 atau 3 cm, pindahkan ke polibag yang telah berisi tanah pupuk bercampur pasir dan sekam. Pendam biji bersama akarnya tapi tidak usah terlalu dalam. Sirami setiap hari atau dua hari sekali.
  7. Tunggu hingga 2 atau 3 minggu, biji akan terangkat ke permukaan tanah, dan dari akarnya akan muncul tunas. Itulah cikal bakal daunnya.
  8. Apabila tunas sudah terlihat sangat panjang, boleh untuk dipindah ke pot yang lebih besar atau bisa juga langsung ditanam di lahan terbuka. Jangan sampai merusak akarnya ketika dipindahkan. Tetap rutin untuk disiram.

Selamat mencoba!

 

[1] Shahih Al-Jami’ no.3602 dan Shahih at-Targhib no.2600

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: