Archive for the ‘Tokoh dan Mualaf’ Category

“Mengapa Saya Memilih Islam (Ahlus Sunnah wal Jama’ah)?”

Ini bukanlah kisah mualaf, bukan juga kisah murtadin. Bukan kisah mantan pendeta yang masuk Islam atau kesaksian dusta orang yang mengaku bertemu sosok manusia berambut gondrong bercahaya yang mengaku Tuhan. Ini adalah kisah saya sendiri. Seorang remaja yang terlahir dari keluarga beragama Islam, walau mereka tak pernah memarahiku kalau saya tidak sholat, saya sangat menghormati mereka. Kami bukanlah umat Muslim yang terlalu taat, tetapi saya akan bercerita sedikit mengapa saya menjadi taat. Ukuran taat disini setidaknya ialah bisa menjaga sholat lima waktu. Baca lebih lanjut

Iklan

Biografi Singkat Profesor Rev. David Benjamin Keldani, B.D.

Setelah masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi ‘Abdul Ahad Dawud. Dia adalah seorang pendeta katolik Roma dari sekte Uniate-Khaldean. Ia lahir pada 1867 di Urmia, Persia. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari 1886-89 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury’s Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia. Baca lebih lanjut

Josh Hasan: “Andaikan Saya Bersyahadat Sejak Dulu”

Dahulu, saya bukanlah seorang Muslim. Saya mungkin memeluk agama Hindu dan menyembah sekitar 14.321 dewa. Dewa untuk anjing tetangga, dewa untuk bulan, atau bisa jadi dewa untuk telinga Evander Holyfield. Saya mungkin harus menyembah seluruh dewa itu, yang membuat saya merasa sakit hati dan membutakan logika saya. Sebab, saya mesti menaati gajah bertangan enam yang kerap dilihat pada sejumlah dinding restoran India Hindu, padahal gajah takut dengan seekor tikus.

Baca lebih lanjut

H. Mohamed Lorand : Menebarkan Cinta Kasih Sebelum Masuk Islam

Aku pernah menginjak 50 negara, mengunjungi 5 benua dan menguasai 12 bahasa, baik lisan maupun tulisan. Diantaranya Bahasa Perancis, Rusia, Jerman, Thailand, Inggris, Romania, Hongaria, Indonesia, Nepal dan lainnya. Namun mengapa masih banyak orang yang menganggapku ‘orang bego’ (bodoh). Apakah karena aku menghabiskan waktu sepanjang hari bersama anak-anak kurang beruntung dan orang-orang pinggiran? Baca lebih lanjut

Ustadz Tan Gunawan Arief : Islam “Agama yang Benar dan Masuk Akal”

Ia tak bisa memastikan kapan dirinya masuk Islam. Seingatnya, dirinya pernah membaca dua kalimat  shahadat di Masjid Istiqlal dan di hadapan beberapa ulama terkenal. Itulah pengakuan Ustadz Tan Gunawan Arief yang sengaja tidak mau mengingat, kapan pertama kali ia ber-Islam. Berikut penuturan beliau kepada RONIE LA dari Majalah Hidayah. Baca lebih lanjut